This study successfully demonstrated that the application of the Guided Inquiry model assisted by Pictorial Riddle media exerts a significant influence on the critical thinking skills of fourth-grade students in the IPAS subject. The group receiving treatment through this model exhibited a greater improvement in critical thinking skills compared to the group that underwent learning using the Discovery Learning model, as corroborated by the hypothesis testing results and N-Gain analysis. These findings affirm that the integration of the Guided Inquiry model and Pictorial Riddle media is capable of creating a more active, contextual, and meaningful learning experience, thereby effectively encouraging students to think critically in examining and resolving the problems they encounter. In terms of implications, this study offers an alternative learning strategy that can serve as a reference for teachers in designing IPAS learning oriented toward strengthening higher-order thinking skills. For future researchers, it is recommended to examine this model across a wider range of subject matter, more diverse educational levels, and more representative samples, while also exploring its impact on other dimensions of 21st-century skills, such as creativity, problem-solving ability, and scientific literacy. ABSTRAK Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa penerapan model Guided Inquiry berbantuan media Pictorial Riddle memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas IV dalam mata pelajaran IPAS. Kelompok yang mendapatkan perlakuan dengan model ini memperlihatkan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan model Discovery Learning, sebagaimana dikuatkan oleh hasil uji hipotesis dan analisis N-Gain. Hal ini menegaskan bahwa perpaduan antara model Guided Inquiry dan media Pictorial Riddle mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna, sehingga secara nyata mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dalam menelaah dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Dari sisi implikasi, penelitian ini menawarkan sebuah alternatif strategi pembelajaran yang dapat dijadikan rujukan oleh guru dalam merancang pembelajaran IPAS yang berorientasi pada penguatan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Bagi para peneliti berikutnya, disarankan untuk menguji model ini pada cakupan materi yang lebih variatif, jenjang pendidikan yang lebih beragam, dan sampel yang lebih representatif, sekaligus mengeksplorasi dampaknya terhadap dimensi keterampilan abad ke-21 lainnya, seperti kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, dan literasi sains.