Eva Mardalena
Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Durasi Menderita Diabetes Melitus Dengan Gangguan Penglihatan Di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh Nidya Wulida; Eva Mardalena; Feriyani
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.874

Abstract

Diabetes melitus (DM) atau yang umumnya dikenal penyakit kencing manis adalah penyakit menahun yang dapat di derita olah seseorang seumur hidupnya. Pasien yang menderita DM biasanya akan mengalami komplikasi kronik, yakni penyakit makrovaskular (pembuluh darah besar) dan penyakit mikrovaskular (pembuluh darah kecil), salah satunya akan memengaruhi mata (retinopati) sehingga dapat menyerang organ mata dan menimbulkan berbagai penyakit mata yaitu katarak, retinopati diabetik, glaukoma, dan dry eye syndrome dan faktor risiko lainnya komplikasi DM pada gangguan penglihatan ialah lama durasi seseorang menderita DM dikarenakan makin lamanya seseorang menderita DM maka makin tinggi risiko komplikasi pada matanya. Penelitian ini ditujukan guna mengenali bagaimana hubungan durasi menderita DM dengan gangguan penglihatan di Poli Mata RSUD Meuraxa serta melibatkan penggunaan desain penelitian korelasional berpendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden lama menderita DM selama 15 – 20 tahun (32,4%), jenis gangguan penglihatan pada katarak (37,8%), berjenis kelamin perempuan (66,2%) dan berusia 56 –65 tahun yaitu lansia akhir (33,8%). Hasil uji statistik menujukan bahwasanya ada korelasi signifikan diantara lama durasi menderita DM dengan komplikasi gangguan penglihatan dengan p-value 0,000. Pengaruh lama durasi menderita DM dengan komplikasi gangguan penglihatan memiliki hubungan yang signifikan dimana semakin meningkat lama durasi menderita DM maka makin meningkat kategori dari onset gangguan penglihatan.
Hubungan Riwayat Neuropati dengan Kejadian Ulkus Diabetikum Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Meuraxa Banda Aceh Sintia Purnama; Zurriyani; Eva Mardalena
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.909

Abstract

Latar Belakang: Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes melitus (DM) tipe 2 yang berperan penting dalam terjadinya ulkus diabetikum akibat menurunnya sensasi protektif pada ekstremitas bawah. Identifikasi hubungan keduanya diperlukan sebagai dasar upaya pencegahan komplikasi kaki diabetik. Tujuan: Menganalisis hubungan riwayat neuropati dengan kejadian ulkus diabetikum pada pasien DM tipe 2 di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 36 pasien DM tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Riwayat neuropati dinilai menggunakan Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI), sedangkan derajat ulkus diabetikum diklasifikasikan berdasarkan kondisi klinis pasien. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (61,1%), berusia 56–65 tahun (41,7%), memiliki riwayat neuropati positif (55,6%), dan mengalami gangren terbatas pada kaki (30,6%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat neuropati dengan kejadian ulkus diabetikum (p=0,010). Pasien dengan riwayat neuropati lebih banyak mengalami ulkus diabetikum dibandingkan pasien tanpa neuropati. Kesimpulan: Riwayat neuropati berhubungan signifikan dengan kejadian ulkus diabetikum pada pasien DM tipe 2. Deteksi dini neuropati, pengendalian glikemik, pemeriksaan kaki secara rutin, serta edukasi perawatan kaki diabetik perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya komplikasi.