Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Terapi Murottal sebagai Metode Non Farmakologi dalam Mengatasi Cemas Pasien Pre Operasi di Rumah Sakit Anisa Delviara; Roro Lintang Suryani; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1459

Abstract

Kecemasan sebelum tindakan pembedahan merupakan salah satu respons psikologis yang banyak dialami pasien dan dapat menimbulkan berbagai perubahan fisiologis maupun psikologis, seperti peningkatan tekanan darah, frekuensi denyut jantung, gangguan pola tidur, serta munculnya rasa tidak nyaman. Apabila tidak ditangani secara optimal, kondisi tersebut berpotensi menghambat pelaksanaan anestesi dan memperlambat proses pemulihan setelah operasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan terapi murottal Surah Ar-Rahman sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan kecemasan pada pasien praoperasi di Rumah Sakit Umum Siaga Medika Purbalingga. Metode yang digunakan meliputi identifikasi peserta, pengukuran tingkat kecemasan awal menggunakan Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A), pemberian terapi murottal selama kurang lebih 15 menit, serta evaluasi ulang tingkat kecemasan setelah intervensi. Sebanyak 30 pasien praoperasi terlibat dalam kegiatan ini. Sebelum terapi diberikan, seluruh peserta berada pada kategori kecemasan sedang dengan skor paling banyak ditemukan adalah skor 6 (43,3%). Setelah mendapatkan terapi murottal, sebagian besar peserta mengalami penurunan kecemasan menjadi kategori ringan, dengan skor 3 sebagai skor yang paling dominan (50,0%). Temuan ini menunjukkan bahwa terapi murottal Surah Ar-Rahman berpotensi menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan dalam upaya mengurangi kecemasan pasien pada periode perioperatif.
A Comparison of Motor Recovery After Spinal Anesthesia with and Without Fentanyl-Morphine Adjuvants Ardi Nugraha; Magenda Bisma Yudha; Septian Mixrova Sebayang
Jurnal Kegawatdaruratan Medis Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): August 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkmi.v5i2.728

Abstract

Spinal anesthesia is a commonly used regional anesthesia technique in various surgical procedures. One important parameter following spinal anesthesia is motor block recovery. Shorter motor recovery duration may benefit patients by reducing side effects and enabling earlier mobilization. This study aimed to compare motor recovery time between spinal anesthesia without adjuvant and spinal anesthesia combined with fentanyl 25 μg and morphine 100 μg. This comparative analytic study used an observational approach with purposive sampling. A total of 84 respondents were divided into two groups: 42 patients received 0.5% bupivacaine 12.5 mg without adjuvant, and 42 patients received 0.5% bupivacaine 10 mg combined with fentanyl 25 μg and morphine 100 μg. Motor recovery time was measured from intrathecal injection to the achievement of a Bromage Score of 0. The mean motor recovery time in the non-adjuvant group was 164.95 ± 24.685 minutes, while the adjuvant group showed a shorter recovery time of 116.90 ± 17.177 minutes. Mann–Whitney analysis demonstrated a statistically significant difference between the two groups (p < 0.001). Spinal anesthesia combined with fentanyl and morphine was associated with faster motor recovery compared with spinal anesthesia without adjuvant.