Kecemasan sebelum tindakan pembedahan merupakan salah satu respons psikologis yang banyak dialami pasien dan dapat menimbulkan berbagai perubahan fisiologis maupun psikologis, seperti peningkatan tekanan darah, frekuensi denyut jantung, gangguan pola tidur, serta munculnya rasa tidak nyaman. Apabila tidak ditangani secara optimal, kondisi tersebut berpotensi menghambat pelaksanaan anestesi dan memperlambat proses pemulihan setelah operasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan terapi murottal Surah Ar-Rahman sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan kecemasan pada pasien praoperasi di Rumah Sakit Umum Siaga Medika Purbalingga. Metode yang digunakan meliputi identifikasi peserta, pengukuran tingkat kecemasan awal menggunakan Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A), pemberian terapi murottal selama kurang lebih 15 menit, serta evaluasi ulang tingkat kecemasan setelah intervensi. Sebanyak 30 pasien praoperasi terlibat dalam kegiatan ini. Sebelum terapi diberikan, seluruh peserta berada pada kategori kecemasan sedang dengan skor paling banyak ditemukan adalah skor 6 (43,3%). Setelah mendapatkan terapi murottal, sebagian besar peserta mengalami penurunan kecemasan menjadi kategori ringan, dengan skor 3 sebagai skor yang paling dominan (50,0%). Temuan ini menunjukkan bahwa terapi murottal Surah Ar-Rahman berpotensi menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan dalam upaya mengurangi kecemasan pasien pada periode perioperatif.
Copyrights © 2026