Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Terapi Kompres Dingin Dalam Upaya Menurunkan Tingkat Nyeri Tenggorokan Pasca Intubasi Endotracheal Tube Cita Purnanika; Roro Lintang Suryani; Linda Yanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1482

Abstract

Intubasi Endotracheal Tube (ETT) pada tindakan anestesi umum sering menimbulkan keluhan Postoperative Sore Throat (POST), yaitu nyeri tenggorokan pascaoperasi akibat iritasi dan inflamasi pada mukosa saluran napas yang dapat menurunkan kenyamanan dan memperlambat pemulihan pasien. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang efektif adalah terapi kompres dingin, yang bekerja dengan menurunkan suhu lokal, memperlambat konduksi impuls saraf nyeri, dan mengurangi proses inflamasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik peserta serta mengidentifikasi skala nyeri tenggorokan sebelum dan sesudah pemberian kompres dingin pada pasien pasca intubasi ETT. Kegiatan dilakukan pada 30 peserta pasca intubasi ETT di RSUD Salatiga pada 17 November–3 Desember 2025. Intervensi dilakukan dengan mengukur skala nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS), memberikan kompres dingin menggunakan cold pack bersuhu ±10°C selama 15 menit pada area leher anterior, kemudian mengukur kembali skala nyeri. Hasil menunjukkan sebelum intervensi, 18 peserta (60,0%) mengalami nyeri sedang dan 12 peserta (40,0%) nyeri ringan. Setelah intervensi, 28 peserta (93,3%) mengalami nyeri ringan, 1 peserta (3,3%) tidak nyeri, dan 1 peserta (3,3%) masih mengalami nyeri sedang. Terapi kompres dingin cold pack terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri tenggorokan pasca intubasi ETT secara nonfarmakologis.