Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendampingan Tahsin Al-Qur’an bagi Ibu-Ibu Jamaah di Masjid Jihad Perak Wina Susanti; Martin Kustati; Gusmirawati Gusmirawati; Rezki Amelia
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2926

Abstract

Pendampingan ini bertujuan untuk melakukan konsistensi tahsin dengan membimbing bacaan Al-Qur’an ibu-ibu di Masjid Jihad Perak untuk meningkatkan kualitas bacaannya, khususnya dalam memperbaiki pelafalan makharijul huruf. Kebutuhan pendampingan ini diawali dengan masih adanya anggota Masyarakat Masjid Jihad Perak yang seringkali melakukan kesalahan dalam pelafalan huruf serta kurangnya pemahaman dalam membaca Al-Qur’an. Pendampingan ini dilaksanakan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan keaktifan serta antusias ibu-ibu dalam mengikuti pembelajaran tahsin. Tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan pendampingan ini terdiri dari persiapan yaitu melaksanakan observasi awal untuk mengidentifikasi masalah spesifik, kemudian koordinasi dengan pengurus masjid dan pembimbing tahsin yang berpengalaman. Melaksanakan tahapan pelaksanaan yaitu melakukan beberapa sesi latihan untuk mendampingi ibu-ibu dalam membaca Al-Qur’an yang baik dan benar sesuai dengan kaidah tahsin dalam hal ini dilakukan secara berulang-ulang. Hasil kegiatan pendampingan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan ketepatan pelafalan makharijul huruf secara keseluruhan dari 60% menjadi 81% (+21%), dengan peningkatan tertinggi pada kawasan halq (tenggorokan) sebesar +32%. Konsistensi kehadiran mencapai rata-rata 84,4%, melampaui target 80%, dan terjadi pergeseran hierarkis kemampuan peserta dari dominasi kelompok pemula (33,3%) ke munculnya kelompok mahir (16,7%). Selain itu, kegiatan ini dapat memotivasi dan konsistensi ibu-ibu dalam mempelajari tahsin Al-Qur’an secara berkelanjutan. Pendampingan ini bukan hanya memperbaiki ketepatan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga mempererat komunitas masjid dalam menjaga warisan Al-Qur’an.
Ekoteologi Pendidikan Islam sebagai Respons terhadap Problematika Global: Analisis Pendekatan Integratif Berbasis Nilai-Nilai Islam Gusmirawati Gusmirawati; Rezki Amelia
Murabby: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2026): Murabby Vol. 9 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mrb.v9i1.3576

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ekoteologi dalam pendidikan Islam serta pengaruhnya terhadap peningkatan literasi lingkungan dan pembentukan karakter ekologis peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada institusi pendidikan Islam yang menerapkan nilai keberlanjutan lingkungan dalam pembelajaran dan budaya sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ekoteologi dalam pendidikan Islam tidak hanya dipahami sebagai konsep normatif-teologis, tetapi telah terintegrasi dalam pembelajaran, budaya institusi, dan pembentukan karakter peserta didik. Integrasi nilai tauhid, khalifah, amanah, dan ihsan dalam pembelajaran mampu meningkatkan literasi lingkungan peserta didik secara holistik. Peserta didik tidak hanya memahami isu lingkungan secara teoritis, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan spiritual terhadap pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan. Implementasi ekoteologi juga tercermin dalam budaya sekolah melalui program penghijauan, pengelolaan sampah, penghematan energi, dan pembiasaan perilaku ramah lingkungan. Penelitian menemukan bahwa pendekatan ekoteologi berpengaruh terhadap pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan partisipasi aktif peserta didik dalam menjaga lingkungan.
PENDAMPINGAN DIDIKAN SUBUH BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER KEAGAMAAN ANAK DI MDA USWATUN HASANAH Nur Manna; Gusmirawati; Martin Kustati; Rezki Amelia
Journal of Humanity Dedication Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Humanity Dedication
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/1169

Abstract

Bagian Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan arahan kegiatan didikan subuh berbasis karakter sebagai upaya dalam memperkuat karakter keagamaan anak. Kegiatan didikan subuh merupakan suatu bentuk upaya keagaaman dari lembaga pendidikan keagamaan yang biasanya dilakukan pada waktu selepas subuh untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, dan membentuk karakter keagamaan anak-anak sejak usia dini. Meskipun demikian, beberapa lembaga pendidikan keagamaan menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaan didikan subuh. Rendahnya partisipasi siswa dan dan kurangnya variasi dalam strategi pengajaran, hal ini membuat kegiatan didikan subuh menjadi kurang menarik. Kondisi tersebut juga teramati dalam kegiatan didikan subuh di MDA Uswatun Hasanah, yang belum berjalan secara optimal. Dalam kegiatan pendampingan ini digunakan metode Berbasis Aset (ABCD) yang mencakup tahapan-tahapan, dimulai dari tahapan discovery, dream, design, dan terakhir tahapan destiny. Hasil dari kegiatan pendampingan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan partisipasi anak-anak dalam kegiatan-kegiatan dalam program didikan subuh, dan adanya perkembangan karakter keagamaan anak, dari percaya diri, tanggung jawab, disiplin beribadah, kejujuran, toleransi, empati, sabar, dan akhlak yang baik. Maka dari itu kegiatan pendampingan didikan subuh berbasis pendidikan karakter dapat menjadi suatu strategi yang bermanfaat dalam menumbuhkan karakter kegamaan anak-anak di masyarakat.
INTEGRASI METODE TAHFIDZ DALAM PENDIDIKAN KARAKTER: MEMBUMIKAN AL-QUR'AN DI TENGAH FENOMENA DEGRADASI MORAL REMAJA Wina Susanti; Gusmirawati; Martin Kustati; Rezki Amelia
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 3 (2026): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/r1ca5421

Abstract

The moral decline among adolescents in the digital age poses a serious challenge to Islamic education, necessitating an effective and sustainable character-building model. This study aims to analyze the integration of the Qur’an memorization method as a character-building tool for students aged 11–13 at the Fastabiqul Khairat Qur’an Memorization Center in Padang, West Sumatra. The study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through six months of participant observation, in-depth interviews with nine informants, and analysis of supporting documents. Data analysis was conducted thematically to identify patterns and internal mechanisms of character formation through tahfidz activities. The results indicate that the practice of Al-Qur'an memorization significantly contributes to strengthening five key dimensions of character: honesty, discipline, responsibility, empathy, and emotional control. The findings reveal that the processes of repetition, interpretation, and internalization of Al-Qur'anic verses form a mechanism for the gradual and continuous internalization of values. Based on these findings, this study proposes two theoretical contributions: the Spiral Internalization concept, which explains the recursive process of character formation through the repetition of verses; and the Tahfidz-Character Nexus (TCN) construct, which identifies the relationship between tahfidz practice, the internalization of values, and character strengthening. These findings fill a gap in the literature regarding the internal mechanisms of character formation among early adolescent santri in the context of tahfidz education. Therefore, the TCN model and the Spiral Internalization mechanism have the potential to be developed as a pedagogical framework for strengthening Qur’an-based character education in the digital age.
Disruption of Elementary School Students' Learning Concentration in the Digital Era: An Analysis of Determinant Factors and Islamic Educational Strategies Nur Manna; Gusmirawati Gusmirawati; Martin Kustati; Rezki Amelia
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026): Continued
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.2000

Abstract

The development of digital technology has provided students with easier access to information; however, it has also created various challenges in the learning process, one of which is the disruption of learning concentration. This study aims to analyze the forms of learning concentration disruption among elementary school students, identify the factors influencing it, and formulate reinforcement strategies based on Islamic Education to address the issue. The research employed a qualitative approach with a field research design conducted at SD Negeri Kampung Tampang. The research participants consisted of the principal, Islamic Education teachers, homeroom teachers, parents, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that disruptions in students’ learning concentration were characterized by a lack of focus during lessons, a tendency to chat while teachers were explaining, playing during learning activities, and a lack of responsibility in completing school assignments. Factors contributing to this condition included uncontrolled gadget use, insufficient parental supervision, weak communication between parents and the school, peer influence, and low learning discipline among students. Islamic Education-based strategies that can be implemented include strengthening “adab al-muta'allim” (student ethics), cultivating the value of “muraqabah” (self-awareness of God's supervision), applying “ta'dib” through teachers’ role modeling, and reinforcing partnerships between families and schools. These strategies are expected to enhance students’ learning concentration, discipline, and sense of responsibility in facing the challenges of the digital era.