Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAMPINGAN DIDIKAN SUBUH BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER KEAGAMAAN ANAK DI MDA USWATUN HASANAH Nur Manna; Gusmirawati; Martin Kustati; Rezki Amelia
Journal of Humanity Dedication Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Humanity Dedication
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/1169

Abstract

Bagian Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan arahan kegiatan didikan subuh berbasis karakter sebagai upaya dalam memperkuat karakter keagamaan anak. Kegiatan didikan subuh merupakan suatu bentuk upaya keagaaman dari lembaga pendidikan keagamaan yang biasanya dilakukan pada waktu selepas subuh untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, dan membentuk karakter keagamaan anak-anak sejak usia dini. Meskipun demikian, beberapa lembaga pendidikan keagamaan menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaan didikan subuh. Rendahnya partisipasi siswa dan dan kurangnya variasi dalam strategi pengajaran, hal ini membuat kegiatan didikan subuh menjadi kurang menarik. Kondisi tersebut juga teramati dalam kegiatan didikan subuh di MDA Uswatun Hasanah, yang belum berjalan secara optimal. Dalam kegiatan pendampingan ini digunakan metode Berbasis Aset (ABCD) yang mencakup tahapan-tahapan, dimulai dari tahapan discovery, dream, design, dan terakhir tahapan destiny. Hasil dari kegiatan pendampingan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan partisipasi anak-anak dalam kegiatan-kegiatan dalam program didikan subuh, dan adanya perkembangan karakter keagamaan anak, dari percaya diri, tanggung jawab, disiplin beribadah, kejujuran, toleransi, empati, sabar, dan akhlak yang baik. Maka dari itu kegiatan pendampingan didikan subuh berbasis pendidikan karakter dapat menjadi suatu strategi yang bermanfaat dalam menumbuhkan karakter kegamaan anak-anak di masyarakat.
Integrasi Pendekatan Sistem, Multiple Intelligences, dan Nilai-nilai Islam dalam Proses dan Hasil Belajar Nur Manna; Nurfarida Deliani; Juliana Batubara
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Takuana (July-September)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i2.591

Abstract

This study aims to develop a conceptual synthesis of the factors influencing the learning process and learning outcomes by integrating the educational systems approach, the Multiple Intelligences theory, and Islamic values. A library research method with content analysis was employed to examine relevant national and international books and scholarly publications. The findings indicate that learning outcomes are shaped by the interaction among raw input, instrumental input, environmental input, the learning process, output, and outcome. The Multiple Intelligences theory broadens the understanding of students' diverse potentials, while Islamic values provide a spiritual and moral foundation for meaningful learning. This study proposes a holistic learning model that integrates the systems approach, multiple intelligences, and Islamic values as a foundation for learning in the digital era. The findings emphasize that optimizing learning outcomes requires strengthening not only academic achievement but also students' character, morality, and spirituality in a balanced manner.
The Dynamics of Fī Sabīlillāh Interpretation in Zakat Distribution for Mosque Construction: A Contemporary Fiqh Perspective Nur Manna; Widya Sari; Misra Misra
Smart: Journal of Islamic Religion and Sharia Studies Vol. 1 No. 3 (2026): Smart: Journal of Islamic Religion and Sharia Studies (SSharia)
Publisher : Divisi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Yayasan Cerdas Pedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65101/ssharia.v1i3.77

Abstract

The epistemological tension between fulfilling the individual rights of marginalized groups and financing collective religious infrastructure triggers profound debates regarding the fī sabīlillāh zakat category. This study investigates the contentious allocation of zakat funds for mosque construction, addressing theoretical voids in integrating classical orthodoxy with modern philanthropic governance. Utilizing normative doctrinal research, this study employed a comparative jurisprudential approach and maqāṣid syariah framework to evaluate classical texts, contemporary fatwas, and statutory regulations. The findings demonstrate that expanding fī sabīlillāh for physical infrastructure is never an absolute authorization, but a strictly conditional concession. This allocation is solely valid when the mosque functions comprehensively to fulfill five maqāṣid pillars and inherently applies the jurisprudence of priorities to protect primary rights of the poor. Ultimately, this conditional framework establishes a prescriptive global parameter for modern zakat institutions, perfectly balancing infrastructural da'wah needs with imperative distributive justice across various Muslim jurisdictions throughout the world.