Pemberdayaan masyarakat melalui sektor pariwisata masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan keterampilan komunikasi bisnis, rendahnya penguasaan bahasa asing, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam promosi destinasi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya daya saing dan keberlanjutan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan melalui penguatan kapasitas komunikasi bisnis dan hospitality, workshop pemasaran digital, serta pendampingan manajemen pariwisata berbasis budaya lokal. Kegiatan ini menggunakan desain kualitatif partisipatif dengan model pemberdayaan berbasis masyarakat. Subjek kegiatan adalah 25 anggota Pokdarwis Telaga Sari Desa Wisata Pedawa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta pretest–posttest dengan instrumen berupa lembar observasi, pedoman wawancara, dan soal tes kompetensi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk data kualitatif dan analisis kuantitatif sederhana untuk membandingkan hasil pretest–posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan komunikasi, pemahaman hospitality, pengelolaan pemasaran digital, serta perbaikan manajemen usaha pariwisata. Dalam enam bulan setelah pelatihan, terjadi peningkatan interaksi media sosial yang ditandai dengan kenaikan jumlah pengikut, komentar, dan frekuensi unggahan promosi. Simpulan pengabdian ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif berbasis budaya lokal efektif dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat kelembagaan desa wisata.