This Author published in this journals
All Journal Jawahir Al-Ahadis
muhammad ilham
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Paradigma Etis-Hermeneutis Integratif dalam Double Movement Fazlur Rahman: Pembacaan Kontekstual Hadis muhammad ilham; Nunu Burhanuddin
Jawahir Al-Ahadis Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jawahir.v2i1.11309

Abstract

Pembacaan kontekstual terhadap Hadis menjadi kebutuhan penting dalam studi Islam kontemporer, terutama ketika teks-teks keagamaan berhadapan dengan persoalan modern seperti keadilan gender, pluralitas agama, etika sosial, transformasi ekonomi, dan perubahan struktur kehidupan umat. Problem interpretasi sering muncul ketika ayat dan hadis dipahami secara literal, parsial, dan terlepas dari konteks historis kemunculannya. Dalam konteks tersebut, hermeneutika double movement Fazlur Rahman menawarkan pola pembacaan yang bergerak dari problem masa kini menuju konteks historis pewahyuan atau kemunculan hadis, kemudian kembali ke masa kini dengan membawa ideal moral yang ditemukan dari teks. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep, cara kerja, dan kontribusi double movement dalam pembacaan kontekstual Hadis, sekaligus merumuskan tawaran konseptual berupa paradigma etis-hermeneutis integratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan pendekatan hermeneutis-konseptual. Data diperoleh dari literatur akademik yang membahas Fazlur Rahman, tafsir kontekstual, hermeneutika Islam, dan reinterpretasi hadis, kemudian dianalisis melalui analisis tematik-reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa double movement memiliki empat fungsi utama: mengoreksi pembacaan literal-atomistik, menempatkan historisitas teks sebagai jalan menemukan ideal moral, mengaktualisasikan nilai hadis dalam isu sosial modern, dan membuka ruang reinterpretasi hadis secara lebih adil melalui pembacaan sosio-historis. Kebaruan artikel ini terletak pada perumusan double movement bukan hanya sebagai metode tafsir, melainkan sebagai paradigma etis-hermeneutis integratif yang menghubungkan hadis sebagai horizon nilai moral universal dan Hadis sebagai artikulasi historis-profetik dari nilai tersebut. Dengan demikian, Hadis dapat dibaca secara saling menerangi, tetap otoritatif, dan responsif terhadap tantangan masyarakat kontemporer