Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bibliometric analysis of velocity and acceleration objects in rectilinear motion Adi Pramuda; Septian Setiawan; Soka Hadiati
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 16 No 6 (2026): Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/cendikia.v16i6.7241

Abstract

The development of velocity and acceleration teaching aids for linear motion has attracted increasing attention due to the growing integration of digital technologies in physics education. However, a comprehensive bibliometric mapping of this research field remains unavailable. Therefore, this study aims to analyze publication trends, thematic structures, and emerging research directions related to velocity and acceleration teaching aids in linear motion physics. This study employed a quantitative bibliometric approach. A total of 376 journal articles published between 2019 and 2024 were retrieved from the Google Scholar database through Harzing's Publish or Perish software. The data were analyzed using Microsoft Excel for publication trend analysis and VOSviewer for co-occurrence, network, overlay, and density visualizations. The results revealed that publication output increased substantially during the study period, reaching its peak in 2023 with 94 publications (25%). Co-occurrence analysis identified five major thematic clusters, including teaching aids, Arduino-based experimentation, linear motion concepts, acceleration, and velocity measurement. Overlay visualization indicated that Arduino, acceleration analysis, and digital experimentation emerged as recent research trends. Density visualization showed that motion, velocity, and acceleration remain the most established research themes. This study contributes a comprehensive bibliometric mapping of velocity and acceleration teaching-aid research, highlighting emerging opportunities for IoT-integrated laboratories, sensor-based experimentation, remote laboratories, and AI-assisted physics learning. The findings provide a strategic reference for researchers and educators in developing future digital physics laboratory innovations.
Local Capacity Development pada Organisasi Masyarakat Adat melalui Pendampingan YPMS menuju Engaged Society Dian Aswita; Jendri Mamangkey; Adi Pramuda; Ahmad Suryadi; Dewi Febriyanti; Suleman Samuda
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i6.603

Abstract

Kapasitas organisasi masyarakat adat sering kali belum berkembang sejalan dengan mandat sosial yang diemban, sehingga perannya dalam advokasi dan pemberdayaan komunitas menjadi kurang optimal. Artikel ini membahas kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pendampingan Yayasan Pengembangan Masyarakat Sumuri (YPMS) sebagai upaya pengembangan kapasitas lokal organisasi adat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah lemahnya tata kelola kelembagaan, belum jelasnya arah strategis organisasi, serta terbatasnya kemampuan perencanaan program. Kegiatan dilaksanakan selama 7 hari melibatkan 12 orang peserta yang terdiri dari pengurus harian dan perwakilan tiga marga adat melalui pendekatan partisipatif yang mencakup asesmen kebutuhan, pelatihan, diskusi reflektif, dan pendampingan kelembagaan.  Berdasarkan analisis data pre-test dan post-test, rata-rata pemahaman awal peserta sebesar 42,25% meningkat menjadi 70,83% pada akhir program, menandakan adanya perolehan N-Gain sebesar 0,50. Kenaikan kuantitatif ini mengonfirmasi bahwa internalisasi materi pembagian kerja struktural, fungsi koordinasi antar-marga, dan hak-hak konstitusional kelembagaan berhasil diserap secara optimal oleh seluruh perwakilan pengurus dan marga. Hasil kualitatif menunjukkan adanya penguatan fondasi organisasi, tersusunnya kembali visi dan misi yang lebih operasional, meningkatnya kemampuan pengurus dalam menyusun perencanaan berbasis masalah, serta tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai peran YPMS sebagai lembaga advokasi dan pemersatu sosial. Meski menghadapi kendala berupa keterbatasan kapasitas awal, sensitivitas sosial, dan durasi pendampingan yang singkat, proses ini menandai perubahan awal menuju organisasi yang lebih adaptif dan partisipatif. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengembangan kapasitas berbasis partisipasi merupakan langkah penting dalam memperkuat peran organisasi masyarakat adat dalam pembangunan lokal