Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI PENDAMPING LEMBAGA HIDAYATULLAH DALAM PEMBINAAN KETAHANAN MENTAL MUALLAF DI DESA PAYE MUNJE KECAMATAN LAWE ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA Rahma Danti; Ismiati; Reza Muttaqin
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i1.430

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of psychological shock and social exclusion experienced by converts (muallaf) in Paye Munje Village post-conversion, including family rejection and expulsion. These conditions trigger emotional wounds, economic crises, and the loss of primary support systems. This study aims to analyze e assistance strategies of the Hidayatullah Institution in strengthening the mental resilience of converts through a qualitative approach with a case study method. The data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. The results indicate that the institution implements a systematization of dakwah that integrates spiritual, social, and material dimensions through three main strategies. First, the protection of administrative rights to ensure legal certainty for converts in order to provide a sense of security from the threat of social exclusion. Second, strengthening mental resilience through gradual religious guidance and adaptive personal counseling to restore psychological conditions and build the self-confidence of converts. Third, direct assistance through the placement of preachers in border areas combined with economic and educational assistance. The synergy of these three strategies is effective in alleviating the living burdens of converts, so that they are able to achieve mental stability and stronger faith amid extreme environmental challenges.
Pengaruh Pesan Dakwah Di Tiktok Terhadap Perubahan Sikap Keagamaan Mahasiswa Pasca Sarjana Uin Ar-Raniry Banda Aceh Nisa Maqfirah; Kusmawati Hatta; Ismiati
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1466

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tentang seberapa besar pengaruh pesan dakwah di TikTok terhadap perubahan sikap keagamaan mahasiswa. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian bahwa TikTok merupakan platform yang efektif untuk penyebaran dakwah di kalangan mahasiswa, yang mampu meningkatkan perubahaan sikap keagamaan mereka. Penggunaan TikTok yang tinggi di kalangan mahasiswa memungkinkan konten dakwah untuk menjangkau audiens luas dan mempengaruhi tingkat perubahaan sikap keagamaan mereka secara positif. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ayu dkk yang menyatakan bahwa penggunaan media sosial TikTok di kalangan mahasiswa termasuk tinggi, hal ini menunjukkan bahwa TikTok telah menjadi bagian yang cukup signifikan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa dan mampu menyita sebagian besar waktu luang mereka. Dengan demikian, semakin tinggi tayangan pesan dakwah di Tiktok, maka tingkat perubahan sikap keagamaan mahasiswa akan turut meningkat.
Dampak Fatherless Terhadap Perkembangan Emosional Remaja Fiza Fatmila; Ismiati; Syaiful Indra
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v7i2.4376

Abstract

Fatherless menjadi suatu fenomena yang sangat sering ditemukan pada kalangan anak-anak remaja. Fenomena fatherless dapat disebabkan oleh perceraian dan kematian. Kondisi ini dapat mengganggu dan akan menjadikan suatu hambatan dalam proses perkembangan emosional pada remaja. Keadaan ini juga bisa membuat remaja kesulitan dalam mengontrol emosi dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak fatherless terhadap perkembangan emosional remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian ini adalah remaja pada usia 12-15 tahun yang mengalami fatherless disebabkan oleh perceraian dan kematian. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kondisi fatherless sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi remaja. Adapun dapat dilihat dari ketika ia kesulitan dalam mengontrol emosi, perasaan sedih, iri, sebagian ada yang menunjukkan perasaan lebih mampu dalam mengelola emosinya karena adanya dukungan dari keluarga seperti ibu. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat dan menjadikan rujukan yang dapat berkontribusi secara ilmiah dan praktis baik bagi orang tua, pendidik, konselor maupun pembuat kebijakan untuk mendukung remaja yang mengalami fatherless dalam kesejahteraan emosi dan sosial yang sehat.
Analisis Dampak Pendampingan Spiritual Terhadap Kesehatan Mental Pasien Kronis Pada RSUD Meuraxa Fitri Ramadayanti; Ismiati; Zamratul Aini
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.269

Abstract

Patients with chronic illnesses are affected not only physically but are also vulnerable to mental health problems such as anxiety, stress, fear, and difficulty accepting their medical condition. The prolonged treatment process often causes psychological distress that affects patients' emotional and social well-being. One effort to address these problems is through spiritual care. This study aimed to examine the process of spiritual care and analyze its impact on the mental health of chronic patients before and after receiving spiritual care at Meuraxa Regional General Hospital. This study employed a qualitative method with a descriptive research design. The research participants consisted of two spiritual counselors and seven chronic patients who had received spiritual care. The findings revealed that the spiritual care process was carried out through personal and intrapersonal approaches integrated with religious values, including dhikr (remembrance of Allah) and prayer. Spiritual care was provided regularly through visits to inpatient wards by assigned spiritual care teams. Before receiving spiritual care, most patients experienced anxiety, stress, fear, difficulty accepting their illness, and a loss of motivation to undergo treatment. After receiving spiritual care through prayer, dhikr, salawat (blessings upon the Prophet Muhammad), spiritual motivation, religious counseling, and worship guidance, patients demonstrated improvements in their mental health, including reduced levels of anxiety and stress, increased self-acceptance, greater inner peace, and enhanced motivation and hope to continue their treatment. The study concludes that spiritual care has a positive impact on the mental health of patients with chronic illnesses and serves as an important component of holistic healthcare that supports the patient recovery process at Meuraxa Regional General Hospital.