M. Arizal
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Human Capital pada Hubungan Investasi dan Pengangguran : Dynamic Panel Approach M. Arizal; Muh. Firmansyah; Farid Husein
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh dari investasi terhadap tingkat pengangguran dengan menggunakan variabel human capital sebagai variabel moderasi. Data yang digunakan adalah data panel provinsi di Indonesia dari tahun 2012-2023. Dengan menggunakan dynamic panel data model berupa System GMM, studi ini menemukan bahwa secara langsung variabel investasi tidak signifikan mempengaruhi pengangguran walaupun arah hubungan kedua variabel ini negatif. Namun temuan menariknya adalah ketika investasi berinteraksi dengan variabel human capital yaitu variabel indeks pembangunan manusia, maka secara statistik terbukti dapat mengurangi pengangguran. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa investasi saja tidak cukup untuk mengurangi pengangguran, tetapi harus disertai dengan sumber daya manusia yang memadai agar dapat memanfaatkan nilai tambah yang dihasilkan investasi sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran
Financial Literacy Counseling for Farming Households Toward Climate Change Resilience in Waru Village, Parung District M. ARIZAL; Khusnul Khatimah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i2.6526

Abstract

Climate change is a real threat to the long-term viability of farms and the economic stability of farming families, especially in rural Indonesia. This makes farmers even more vulnerable because they can't plan their finances flexibly when they don't know how much they'll make from their harvest. The goal of this community service project is to help farming families become more financially literate. It took place on October 30, 2025, in Waru Village, Parung District, Bogor Regency, and involved 30 members of the PKK of Waru Village. The extension materials taught people how to manage their household income and expenses, keep simple financial records, plan their finances for the seasons, and get to know formal financial institutions. A questionnaire was used to evaluate participants' financial knowledge and access to financial institutions. The results show that 76.6% of participants knew about banks, 60% had savings accounts, and 73.3% knew about more than one type of bank. After the extension, comprehension levels were over 80% of the target set. These results show that using contextual and participatory lecture methods as a first step to help rural farming communities address climate change challenges is an effective way to improve their financial literacy.
Apakah Peningkatan Human Capital Meningkatkan Kebahagiaan Melalui Penurunan Kemiskinan: Pendekatan Berbasis Data Panel Indonesiadi Indonesia Nuraisyah Jamar; M. Arizal; Muhammad Faiz Andeaz
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.6534

Abstract

Studi ini menginvestigasi efek dari Indeks Pembangunan Manusia (IPMI) terhadap kebahagiaan, dengan kemiskinan sebagai variabel mediasi, menggunakan data panel level provinsi di Indonesia untuk tahun 2014, 2017, dan 2021. Studi ini menggunakan Persamaan Struktural (SEM), menggabungkan inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel kontrol. Temuan studi menunjukkan bahwa IPM memberikan dampak negatif yang substansial pada kemiskinan dan pengaruh langsung positif yang cukup signifikan pada kebahagiaan. Meskipun demikian, pengaruh tidak langsung dari IPM pada kebahagiaan melalui kemiskinan tidak signifikan, menunjukkan bahwa kemiskinan tidak berfungsi sebagai mediator yang efektif. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan subjektif lebih dipengaruhi oleh kualitas pembangunan manusia secara langsung daripada indikator kemiskinan.