Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

From UNFCCC rules to domestic delivery: An institutional economics explanation of Indonesia’s commitment and implementation gap in emission reduction Amellya Yunita Syari; Husyaimiah Syifahani; Nuraisyah Jamar; Muh Firmansyah; Wirawan Firman Nurcahya
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v6i2.2119

Abstract

This study examines how UNFCCC-based climate governance, particularly the Paris Agreement’s pledge and review logic and the Enhanced Transparency Framework (ETF), shapes Indonesia’s mitigation commitments and explains the persistence of the commitment and implementation gap. Using a theory informed documentary analysis grounded in New Institutional Economics, Transaction Cost Economics, and polycentric governance, the study synthesizes authoritative legal and policy documents alongside credible institutional reports. The findings show that UNFCCC influence operates mainly through domestic credibility producing mechanisms, especially Measurement, Reporting and Verification (MRV) and registry routines, coordination mandates, and finance governance. Indonesia’s delivery gap is concentrated in cross sector regulatory coherence, clean energy implementability within a fossil dominant energy structure, and climate finance governance. Climate finance remains the binding constraint, as investment needs substantially exceed current public coverage and tracked climate aligned flows. The paper argues that Paris effectiveness ultimately depends on domestic governance capacity, particularly regulatory harmonization, implementable renewable deployment, stronger finance governance, and subnational MRV.
Penguatan Ekonomi Kreatif Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal di Desa Waru Nuraisyah Jamar; Indri Arrafi Juliannisa
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i2.6556

Abstract

Desa Waru, Kecamatan Parung, memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor pertanian dan kerajinan lokal. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan ekonomi desa. Produk pertanian dan kerajinan masih banyak dijual dalam bentuk mentah dengan harga rendah. Pemahaman masyarakat mengenai pengolahan produk bernilai tambah, pemasaran, dan branding masih terbatas. Minimnya literasi kewirausahaan serta penggunaan teknologi digital menghambat pelaku UMKM desa dalam bersaing di pasar yang lebih luas. Masalah ini berakibat pada lambatnya pertumbuhan ekonomi serta terbatasnya peluang pemberdayaan ekonomi di desa.Sebagai solusi, Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan mengenai ekonomi kreatif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat Desa Waru, dengan pemanfaatan potensi lokal. Penyuluhan ini akan fokus pada pemahaman ekonomi kreatif, dan akan menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) serta masyarakat umum. Kegiatan ini juga akan memaparkan studi kasus keberhasilan UMKM dan desa wisata kreatif. Dalam sesi diskusi, warga akan diajak untuk mengidentifikasi potensi produk unggulan desa.Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai potensi lokal, menghasilkan daftar produk unggulan, dan mendorong motivasi kewirausahaan, terutama di kalangan perempuan dan pelaku UMKM. Hasil kegiatan ini diharapkan memperkuat pengembangan produk unggulan desa, memperluas pasar, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Apakah Peningkatan Human Capital Meningkatkan Kebahagiaan Melalui Penurunan Kemiskinan: Pendekatan Berbasis Data Panel Indonesiadi Indonesia Nuraisyah Jamar; M. Arizal; Muhammad Faiz Andeaz
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.6534

Abstract

Studi ini menginvestigasi efek dari Indeks Pembangunan Manusia (IPMI) terhadap kebahagiaan, dengan kemiskinan sebagai variabel mediasi, menggunakan data panel level provinsi di Indonesia untuk tahun 2014, 2017, dan 2021. Studi ini menggunakan Persamaan Struktural (SEM), menggabungkan inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel kontrol. Temuan studi menunjukkan bahwa IPM memberikan dampak negatif yang substansial pada kemiskinan dan pengaruh langsung positif yang cukup signifikan pada kebahagiaan. Meskipun demikian, pengaruh tidak langsung dari IPM pada kebahagiaan melalui kemiskinan tidak signifikan, menunjukkan bahwa kemiskinan tidak berfungsi sebagai mediator yang efektif. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan subjektif lebih dipengaruhi oleh kualitas pembangunan manusia secara langsung daripada indikator kemiskinan.