Fadinda Halizasabrina Sutejo
Prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Jurusan Pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Petani melalui Benchmarking Budidaya Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kelompok Tani Rukun Agawe Makmur Kalurahan Beji Kapanewon Patuk Fadinda Halizasabrina Sutejo; Ina Fitria Ismarlin; Endah Puspitojati
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 4 No. 2 (2026): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (Mei 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v4i2.654

Abstract

Produktivitas cabai rawit ( Capsicum frutescens L.) di Kelompok Tani Rukun Agawe Makmur masih perlu ditingkatkan melalui penerapan teknik budidaya yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan praktik budidaya cabai rawit ORI 212 antara Kelompok Tani Rukun Agawe Makmur dan Kelompok Tani Hortikultura SOKMA, mengidentifikasi praktik budidaya unggulan, serta menyusun model pemberdayaan petani berbasis benchmarking . Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus berbasis benchmarking . Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan praktik budidaya pada aspek penyediaan bibit, penanaman, pengairan, pemangkasan, pemupukan, dan pascapanen. Praktik budidaya unggulan yang teridentifikasi meliputi seleksi bibit dan aklimatisasi sebelum tanam, penggunaan jarak tanam 60×40 cm, sistem pengairan yang terintegrasi dengan pemupukan, penerapan Pengendalian Hama Terpadu, pemupukan berimbang, serta sortasi dan pemasaran hasil panen melalui pasar lelang. Hasil penelitian juga menghasilkan model pemberdayaan petani yang terdiri atas tahapan penyadaran, penguatan kapasitas, pendampingan, implementasi, pengembangan usaha, dan evaluasi. Model tersebut dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kapasitas petani dan budidaya cabai rawit yang lebih produktif dan berkelanjutan.