Imam Maulana
Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH WAKTU ULTRASONIC ASSISTED EXTRACTION DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) TERHADAP AKTIVITAS ANTIPIRETIK silvi nurafni; Siti Mariam; Imam Maulana
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.638

Abstract

Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan sebagai antipiretik yaitu daun kelor. Daun kelor mengandung golongan alkaloid, saponin, fenol, flavonoid, dan steroid yang berkhasiat sebagai antipiretik. Penelitian ini bertujuan mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada ekstrak daun kelor serta menentukan dosis ekstrak terbaik yang mempunyai efek antipiretik terhadap mencit putih jantan yang diinduksi dengan pepton 5%. Mencit yang digunakan pada uji ini sebanyak 32 ekor yang dibagi menjadi 8 kelompok perlakuan uji. Penurunan suhu pada mencit digunakan termometer digital untuk mengukur suhu rektal. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mengandung golongan alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, dan triterpenoid. Hasil ekstrak etanol daun kelor yang diekstraksi selama 20 menit dengan dosis (100 mg/KgBB, 200 mg/KgBB, dan 400 mg/KgBB) memiliki penurunan suhu tubuh berturu-turut sebesar 0,3°C; 1,7°C; 0,6°C setelah 150 menit. Ekstrak daun kelor yang diekstraksi selama 40 menit dengan dosis 100 mg/KgBB, 200 mg/KgBB, dan 400 mg/KgBB memiliki penurunan suhu tubuh berturu-turut sebesar 0,1°C; 1,0°C; 1,0°C setelah 150 menit. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kelor (EDK) memiliki aktivitas antipiretik yang ditunjukkan oleh kemampuannya menurunkan suhu tubuh mencit yang mengalami demam. Dari seluruh kelompok perlakuan, kelompok EDK dengan waktu ekstraksi 20 menit dengan dosis 200 mg/kgBB memberikan efek antipiretik terbaik dengan rata-rata penurunan suhu sebesar 1,7°C, mendekati efektivitas kontrol positif (parasetamol) yang menghasilkan penurunan suhu sebesar 2,1°C. Namun Hasil dari uji perbedaan Kruskal-Wallis menunjukkan sig < 0,05 maka tidak ada perbedaan yang signifikan waktu ekstraksi dengan metode (UAE) daun kelor terhadap aktivitas penurunan suhu pada mencit putih jantan.