Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK KOMBINASI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) DAN KERSEN (Muntingia calabura L.) SECARA IN VIVO Deden Winda Suwandi; Hesti Renggana; Tiara Nurjanah; Anas Subarnas; Lina Asmala
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.648

Abstract

Kadar asam urat dalam darah dapat meningkat dan melampaui batas normal, kondisi ini disebut hiperurisemia. Studi terdahulu menunjukkan bahwa penggunaan daun kemangi maupun daun kersen secara terpisah telah terbukti efektif mampu menurunkan asam urat darah mencit. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas serta efek sinergis dari kombinasi ekstrak daun kemangi dan daun kersen sebagai agen antihiperurisemia, yang dianalisis menggunakan metode POCT (Point of Care Testing) dengan alat Easy Touch GCU. Mencit diinduksi hiperurisemia melalui pemberian jus hati ayam secara peroral dengan dosis 1 mL/100 g bobot badan serta kalium oksonat sebesar 250 mg/kg bobot badan secara intraperitoneal. Dosis perlakuan yang digunakan meliputi ekstrak daun kemangi 100 mg/kg BB, ekstrak daun kersen 500 mg/kg BB, serta kombinasi kedua ekstrak berdasarkan dosis efektif masing-masing tanaman dengan variasi perbandingan 0,5 : 0,5; 0,5 : 0,25; 0,25 : 0,5; dan 0,25 : 0,25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dosis perlakuan memiliki aktivitas antihiperurisemia pada mencit jantan putih, kecuali kombinasi dosis 0,25 : 0,5. Kombinasi dosis 0,5 : 0,25 yaitu dosis kombinasi 50 mg/kg BB : 125 mg/kg BB, terbukti sebagai dosis paling efektif dengan rata-rata penurunan kadar asam urat sebesar 56,29% dan tingkat efektivitas antihiperurisemia mencapai 95,00%.