Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Produk Kreatif Berbasis Daur Ulang Dan Media Animasi Digital Dalam Penguatan Entrepreneurship Di Bidang Pendidikan Hikmah Ramadhani; Vina Mafaza; Hikma Fitriani; Brillian Galang Irzaqi; Ferida Rahmawati
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10530

Abstract

Pendidikan kewirausahaan menjadi salah satu upaya penting dalam mempersiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan berpikir kreatif, inovatif, mandiri, serta mampu melihat dan memanfaatkan peluang yang ada di lingkungan sekitarnya. Namun, pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya pemanfaatan sumber belajar kontekstual dan belum optimalnya integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang tidak hanya mengenalkan konsep kewirausahaan, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik melalui kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep entrepreneurship dalam pendidikan serta menganalisis pemanfaatan produk kreatif berbasis daur ulang sebagai sarana penguatan jiwa kewirausahaan peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, jurnal, buku, dan sumber referensi yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berperan penting dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, serta membentuk karakter wirausaha pada peserta didik. Pemanfaatan limbah kain perca menjadi totebag tidak hanya memberikan nilai ekonomis, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penerapan konsep daur ulang. Selain itu, penggunaan media digital dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan minat belajar, kreativitas, serta pemahaman peserta didik terhadap materi kewirausahaan. Dengan demikian, integrasi pendidikan kewirausahaan, produk daur ulang, dan teknologi digital dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk generasi yang kreatif, mandiri, inovatif, dan berdaya saing di era modern.
Relevansi Computerized Adaptive Testing Terhadap Implementasi Asesmen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Kurikulum Merdeka Vina Mafaza; Nisrina Qurrotul Ain; Putri Nurul Azizah; Fina Nikmatul Kamelia; Dwi Septi Rahayu; Ridho Riyadi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11675

Abstract

Kurikulum Merdeka menekankan asesmen yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan individual peserta didik melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama dalam menyusun instrumen yang mengakomodasi keberagaman kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis peluang, tantangan, dan model implementasi Computerized Adaptive Testing (CAT) berbasis Item Response Theory (IRT) sebagai alternatif asesmen adaptif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mensintesis berbagai literatur nasional dan internasional terkait CAT, asesmen diferensiatif, dan pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAT menawarkan peluang besar sebagai instrumen asesmen yang personal, efisien, objektif, dan sejalan dengan prinsip pembelajaran berdiferensiasi. Namun, implementasinya menghadapi tantangan teknis (keterbatasan infrastruktur), pedagogis (rendahnya literasi digital guru dan siswa), serta institusional (kurangnya kebijakan sistemik). Penelitian ini merumuskan model implementasi CAT-PAI dalam lima tahapan: pemetaan CP/ATP, asesmen diagnostik awal, algoritma adaptif, lapisan afektif-spiritual, serta pelaporan dan tindak lanjut berdiferensiasi. Disimpulkan bahwa CAT berpotensi meningkatkan kualitas asesmen PAI, namun tetap memerlukan penguatan ekosistem pendukung dan integrasi dengan penilaian kualitatif untuk mengukur dimensi afektif-spiritual yang khas dalam PAI.