Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kepuasan Siswa Terhadap Praktek Magang Mahasiswa Mengajar Ferida Rahmawati; Muhammad Farrel Feriansyah; Muhamad Shokhihul Islam; Luk Luk Ilmaknun; Tarisa Khali
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.6407

Abstract

Student satisfaction in learning is related to teacher practice in teaching. As prospective teachers, students must carry out teaching practices to increase their cognitive, psychomotor and affective abilities. The research aims to determine the description of student satisfaction with the teaching practices carried out by student teachers. This research is a descriptive type of quantitative research—student satisfaction research variables. The research instrument is a questionnaire. The questionnaire consists of 14 questions. The research respondents were students in grades 7 and 9 who were the targets of student learning practices. Respondents numbered 100 students, and the sampling technique was purposive sampling. The oldest student was 15 years old (9%), while the most significant number of students was 12 years old (44%). Most carry out teaching practices to increase their cognitive, psychomotor and affective abilities 52% are female, while 48% are male. The most significant number of students in class 7 is as much as 64%, while class 9 is only 36%. 52% more students were dissatisfied. However, the difference between satisfied and dissatisfied students is almost equal. The results of the research show that the condition of satisfaction based on student's answers to the learning practices carried out by students is almost balanced, which means that there are still 52% of students who say they are not satisfied. Therefore, there is a need to increase students' cognitive, psychomotor and affective abilities in teaching to remember them. as a prospective teacher.
Integrasi Produk Kreatif Berbasis Daur Ulang Dan Media Animasi Digital Dalam Penguatan Entrepreneurship Di Bidang Pendidikan Hikmah Ramadhani; Vina Mafaza; Hikma Fitriani; Brillian Galang Irzaqi; Ferida Rahmawati
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10530

Abstract

Pendidikan kewirausahaan menjadi salah satu upaya penting dalam mempersiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan berpikir kreatif, inovatif, mandiri, serta mampu melihat dan memanfaatkan peluang yang ada di lingkungan sekitarnya. Namun, pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya pemanfaatan sumber belajar kontekstual dan belum optimalnya integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang tidak hanya mengenalkan konsep kewirausahaan, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik melalui kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep entrepreneurship dalam pendidikan serta menganalisis pemanfaatan produk kreatif berbasis daur ulang sebagai sarana penguatan jiwa kewirausahaan peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, jurnal, buku, dan sumber referensi yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berperan penting dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, serta membentuk karakter wirausaha pada peserta didik. Pemanfaatan limbah kain perca menjadi totebag tidak hanya memberikan nilai ekonomis, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penerapan konsep daur ulang. Selain itu, penggunaan media digital dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan minat belajar, kreativitas, serta pemahaman peserta didik terhadap materi kewirausahaan. Dengan demikian, integrasi pendidikan kewirausahaan, produk daur ulang, dan teknologi digital dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk generasi yang kreatif, mandiri, inovatif, dan berdaya saing di era modern.
Strategi Efektif Bimbel AHE Berbasis Digital: Menghadirkan Pembelajaran Berkualitas untuk Menarik dan Mempertahankan Siswa Ahmad Awwab Billah; Annisa Auliyaa; Diah Putri Maulinda; Rizqi Amalia; Ferida Rahmawati
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2025): Nopember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/ve8m9t41

Abstract

Persaingan di dunia bimbingan belajar (bimbel) semakin ketat, sehingga lembaga seperti Bimbel AHE perlu merumuskan strategi efektif untuk menarik calon siswa sekaligus menjaga loyalitas siswa yang sudah bergabung. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pembelajaran berkualitas serta pemanfaatan teknologi digital yang diterapkan Bimbel AHE dalam menarik dan mempertahankan siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pengelola dan tutor serta observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti penggunaan metode interaktif, diferensiasi materi sesuai kemampuan siswa, feedback berkelanjutan, serta penerapan teknologi pendidikan berbasis digital mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna. Selain itu, Bimbel AHE juga memanfaatkan data promosi digital melalui media sosial (Facebook, Instagram, TikTok), menggunakan platform pembelajaran daring untuk mendukung interaksi belajar jarak jauh, dan mulai menerapkan sistem manajemen relasi pelanggan (CRM) guna memantau kepuasan serta kebutuhan siswa. Strategi-strategi tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat daya tarik dan retensi siswa. Implikasi praktisnya, bimbel perlu terus mengoptimalkan inovasi digital, meningkatkan kompetensi tutor, serta mengevaluasi efektivitas teknologi pembelajaran agar mutu layanan tetap terjaga.
Peningkatan Softskill Kewirausahaan dengan Pelatihan Buket untuk Mahasiswa UIN Gus Dur Pekalongan Tara Septiarani; Sapna Khoiriyah; Nur Afifah; Tariq Tazaka; Ferida Rahmawati
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/vm1dgd56

Abstract

Mahasiswa umumnya mengalami defisit dalam penguasaan soft skill, khususnya kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi interpersonal. Pelatihan buket berpotensi menjadi intervensi yang efektif untuk mengembangkan kompetensi tersebut melalui pendekatan praktis dan partisipatif. efektivitas pelatihan pembuatan buket dalam meningkatkan softskill kewirausahaan di kalangan mahasiswa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, khususnya bagi penerima beasiswa BIDIKMISI-KIP Kuliah. Penelitian ini dilatar belakangi oleh tanggung jawab moral mahasiswa penerima beasiswa untuk menjadi agen perubahan dan mengembangkan kemandirian ekonomi. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan partisipatif, yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan meliputi penyusunan tim pelaksana, kerja sama dengan pihak kampus, dan analisis kebutuhan untuk menyesuaikan pelatihan dengan minat mahasiswa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa aspek softskill kewirausahaan mahasiswa yaitu kreativitas, inovasi, kerja sama tim, kepercayaan diri dan mindset kewirausahaan. Sebagai kesimpulan, pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memberikan pengalaman sosial dan emosional yang penting bagi mahasiswa. Pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif sangat sesuai untuk generasi muda saat ini. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam menciptakan mahasiswa yang mandiri secara finansial dan mampu memberdayakan sesama. Pelatihan ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis dalam merangkai buket, tetapi juga memberikan pengalaman sosial dan emosional yang relevan bagi pengembangan karakter dan kompetensi interpersonal. Pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan berbasis praktik terbukti efektif dalam menjangkau generasi muda yang cenderung responsif terhadap pembelajaran nonformal. Secara lebih luas, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membentuk mahasiswa yang mandiri secara finansial, memiliki jiwa wirausaha, serta mampu memberdayakan masyarakat di sekitarnya yang sejalan dengan nilai-nilai kewirausahaan dan tanggung jawab sosial dalam konteks pendidikan tinggi.