Sirojul Fuadi
Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Al-Maksum Langkat. Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pemahaman Konsep IPA Melalui Kegiatan Praktikum Fotosintesis Berbantuan Media Hydrilla Pada Siswa Sekolah Dasar Rakha Yuda Pratama; Sirojul Fuadi; Endang Wahyuni
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep IPA siswa Sekolah Dasar (SD) mengenai proses fotosintesis melalui kegiatan praktikum berbantuan media Hydrilla verticillata. Rendahnya pemahaman siswa SD terhadap konsep abstrak seperti fotosintesis mendorong perlunya inovasi pendekatan pembelajaran berbasis hands-on yang kontekstual dan mudah diamati. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk melihat bagaimana siswa memahami hubungan antara variabel lingkungan dengan aktivitas fotosintesis secara langsung. Praktikum dilakukan dengan melibatkan siswa dalam pengamatan empat kondisi lingkungan: (1) cahaya tanpa NaHCO₃, (2) cahaya dengan NaHCO₃, (3) tanpa cahaya tanpa NaHCO₃, dan (4) tanpa cahaya dengan NaHCO₃. Pengamatan dilakukan secara berkala selama lima interval waktu, dan laju fotosintesis dinilai berdasarkan ada tidaknya gelembung oksigen serta kondisi fisik tanaman secara visual. Hasil menunjukkan bahwa hanya kombinasi cahaya matahari langsung dengan penambahan NaHCO₃ yang menghasilkan aktivitas fotosintesis terdeteksi secara visual, ditandai dengan munculnya gelembung oksigen secara progresif dari interval menengah hingga menengah-akhir. Kondisi tanpa cahaya, baik dengan maupun tanpa NaHCO₃, tidak mampu menghasilkan fotosintesis sejati. Gelembung yang muncul pada kondisi tanpa cahaya dengan NaHCO₃ diidentifikasi sebagai fenomena fisikokimia bukan biologis. Penelitian ini menegaskan bahwa cahaya merupakan faktor determinan utama fotosintesis, sedangkan CO₂ berperan sebagai faktor akselerator yang mengoptimalkan laju proses tersebut. Implikasi praktis penelitian ini mendukung penggunaan Hydrilla verticillata sebagai media praktikum IPA yang efektif, murah, dan mudah diakses di sekolah dasar.
Analisis Pemahaman Konsep Perkembangbiakan Vegetatif Melalui Metode Praktik Mencangkok Tanaman Kelengkeng Syafira Ramadhani; Sirojul Fuadi; Syafira Az-Zahra Putri
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) mengenai perkembangbiakan vegetatif tanaman melalui metode praktik mencangkok pada tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.). Mencangkok merupakan teknik perbanyakan vegetatif buatan yang bekerja dengan prinsip merangsang pertumbuhan akar adventif pada batang yang masih melekat pada tanaman induk, kemudian setelah berakar dipotong dan ditanam sebagai individu baru. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan pengamatan lapangan selama 20 hari, dimulai pada 20 Maret hingga 2 April, dengan frekuensi pengamatan setiap 5-7 hari sekali. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan akar, kondisi media cangkok, dan kondisi daun pada cabang yang dicangkok. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak terdapat perubahan signifikan pada tanaman cangkok selama masa pengamatan, baik dari segi pertumbuhan akar adventif, kondisi kelembapan media, maupun kesegaran daun. Kegagalan proses pencangkokan ini diduga disebabkan oleh empat faktor utama, yaitu kurangnya kelembapan media cangkok yang tidak terjaga secara konsisten, ketidaksempurnaan teknik pengupasan kulit batang dan pembersihan kambium, pemilihan cabang yang kurang tepat, serta kondisi lingkungan yang tidak mendukung seperti suhu dan kelembapan udara yang tidak optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pencangkokan sangat dipengaruhi oleh faktor teknis dan lingkungan, serta pemahaman konsep yang kuat sangat diperlukan sebelum pelaksanaan praktik. Meskipun hasil biologis belum optimal, metode praktik langsung terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa melalui proses identifikasi dan analisis penyebab kegagalan.