Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BANDOTAN LEAF EXTRACT THERAPY ON IL 6 PROFILE IN WISTAR RATS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS Putri Kurniasiwi; Hilari Rio Rosa Nastiti; Mochamad Rizal Maulana
Nursing Sciences Journal Vol 10 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v10i1.7516

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease that has become a serious public health problem in Indonesia and the world. Indonesia ranks 7th in the world with 10.7 million diabetes sufferers in 2019 and this number is expected to increase to 13.7 million in 2030 and 16.6 million in 2045. Complications that occur in DM sufferers are due to cell damage and death caused by increased oxidative stress and the activity of inflammatory mediators including interleukin-6 (Il-6). Administration of oral hypoglycemic drugs to DM patients does not show improvement in oxidative stress. Additional therapy is needed for DM patients that can reduce oxidative stress and inflammatory mediators and support the work of endogenous antioxidants. Bandotan leaves are plants that contain antioxidants and are used as a traditional medicine for DM patients. The purpose of this study was to determine the profile of Il-6 as a marker of inflammation due to oxidative stress in DM patients after administration of bandotan leaf extract. The research revealed significant differences between the control, bandotan, and glimberclamide groups. The bandotan group had the lowest IL-6 levels at 1.63 pg/ml. Bandotan leaf extract caused the least inflammation compared to the control and glimberclamide groups.
PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT POCT BAGI KADER KESEHATAN DAN IBU-IBU PKK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA MASYARAKAT Ririh Jatmi Wikandari; Qurrotu A’yuni Auliya; Umi Rosidah; Hilari Rio Rosa Nastiti
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.6845

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah isu kesehatan masyarakat yang angkanya terus bertambah. Salah satu hambatan dalam pencegahan adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama kader kesehatan dan ibu-ibu PKK, dalam melakukan deteksi dini secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan kader dan para ibu PKK dalam memanfaatkan alat Point of Care Testing (POCT) sebagai langkah awal dalam skrining PTM. Pendekatan yang diterapkan adalah partisipatif-edukatif melalui pelatihan terencana yang meliputi penyuluhan, diskusi, dan praktik langsung dalam penggunaan alat POCT seperti glukometer dan tensimeter digital. Tahapan kegiatan meliputi kolaborasi dengan mitra, penyusunan materi dan alat, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Acara ini dilakukan pada 17 Mei 2025 dengan peserta yang terlibat dari kelompok kader dan PKK. Evaluasi menunjukkan bahwa 91% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan alat POCT dengan benar. Di samping itu, pemeriksaan kesehatan dasar juga dilaksanakan, dengan hasil 52% peserta memiliki IMT obesitas, 48% tekanan darah dalam batas normal, dan 24% kadar glukosa darah melebihi normal. Penemuan ini menggarisbawahi signifikansi keterlibatan masyarakat dalam skrining mandiri guna mengurangi risiko komplikasi PTM. Pelatihan ini terbukti sukses dalam mendukung inisiatif promotif dan preventif pada tingkat komunitas sesuai dengan kebijakan layanan kesehatan primer nasional.