This Author published in this journals
All Journal Agroteknika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimasi Desain Tower Aeroponik dan Jenis Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans Poir) Ringga Anugrah; Dea Pauziah Nandini Putri; Resti Fajarfika; Ai Yanti Rismayanti; Ardli Swardana; Novriza Sativa
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.692

Abstract

Kemajuan teknologi dan pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah perkotaan mendorong ekspansi kawasan kota yang menyebabkan peningkatan kebutuhan dan nilai lahan sehingga ketersediaan ruang untuk kegiatan budidaya tanaman menjadi semakin terbatas. Sistem hidroponik dengan tipe tower aeroponik merupakan solusi budidaya modern yang fleksibel dan dapat diterapkan di berbagai lokasi, termasuk lahan luas, wilayah perkotaan, pedesaan, hingga bangunan bertingkat, namun masih menghadapi tantangan utama berupa kebutuhan investasi awal yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dua desain tower aeroponik yaitu pipa PVC dan ember, dengan variasi media tanam terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir.) untuk memperoleh alternatif instalasi dan media tanam yang efisien, ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan dalam produksi sayuran. Percobaan ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Petak Terbagi (split plot) dengan faktor 2 × 4, di mana desain sistem aeroponik sebagai petak utama terdiri atas instalasi berbahan pipa (P1) dan ember (P2), sedangkan jenis media tanam sebagai anak petak meliputi rockwool (M1), dakron (M2), spons (M3), dan kain flanel (M4), setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil menunjukkan interaksi antara jenis instalasi dan media tanam terhadap pertumbuhan kangkung pada umur 14 HST, ditunjukkan oleh parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan terbaik untuk tinggi tanaman diperoleh pada kombinasi instalasi pipa (P1) dan media dakron a(M2), sedangkan jumlah daun tertinggi terdapat pada kombinasi instalasi ember (P2) dan media rockwool (M1).