Rafidatun Sahirah
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kualitas Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) oleh Dosen Ditinjau dari Kedalaman Bahan Kajian, Metode Pembelajaran, dan Struktur Tabel Rencana Setiap Pekan Nurul Izzah Maulidiyah; Rafidatun Sahirah; Ahmad Shiddiq; Siti Halimah
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 5 Nomor 1 Februari (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v5i1.2475

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan dosen dalam menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE), khususnya pada aspek perumusan CPL, CPMK, Sub-CPMK, kedalaman bahan kajian, metode pembelajaran, struktur rencana pembelajaran setiap pekan, bobot penilaian, instrumen evaluasi, dan daftar pustaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Discourse Analysis (CDA). Data diperoleh melalui analisis dokumen RPS dan wawancara mendalam dengan dosen pengampu mata kuliah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan dosen dalam menyusun RPS secara umum telah berada pada kategori baik dan telah mengacu pada prinsip OBE. Namun, masih ditemukan beberapa kelemahan, seperti perumusan Sub-CPMK yang belum sepenuhnya spesifik dan terukur, keterkaitan metode pembelajaran dengan CPMK yang belum optimal, serta instrumen evaluasi dan kriteria penilaian yang belum menggambarkan keterampilan mahasiswa secara komprehensif. Selain itu, daftar pustaka yang digunakan belum seluruhnya mengikuti prinsip kemutakhiran referensi. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan kompetensi dosen melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan RPS agar implementasi OBE dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di perguruan tinggi.
Problematika Pembentukan Kepribadian Muslim di Era Digital Ridha Khairani; Rafidatun Sahirah; Azizah Hanum OK
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 5 Nomor 1 Februari (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v5i1.2544

Abstract

Transformasi peradaban kontemporer ditandai dengan transisi radikal menuju era digital yang mengonversi realitas empiris ke dalam sistem biner numerik secara masif dan instan. Era digital ini bertindak sebagai infrastruktur makro yang mengantarkan subjek didik menembus lanskap ontologis baru bernama ruang siber (cyberspace). Eksistensi jagat digital yang serba cepat, praktis, dan terfragmentasi ini menghadirkan tantangan teoretis-filosofis pelik bagi keberlangsungan internalisasi nilai dalam filsafat pendidikan Islam, khususnya dalam mengonstruksi kepribadian muslim (syakhshiyah islamiyah). Artikel ini bertujuan untuk mengurai secara radikal problematika struktural pembentukan kepribadian muslim di era digital melalui pisau analisis kefilsafatan, sekaligus merumuskan resolusi metodologisnya. Penelitian ini merupakan studi kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis-konseptual. Hasil analisis menunjukkan bahwa krisis pembentukan kepribadian muslim di era digital berakar pada tiga level disrupsi filosofis: 1) Disrupsi Epistemologis, berupa pendangkalan nalar kritis akibat pergeseran tradisi berpikir reflektif (tafakkur) menjadi cara berpikir superfisial yang dikendalikan oleh algoritma; 2) Anomali Aksiologis, berupa eksternalisasi nilai etis-spiritual di mana esensi kesalehan batin (keikhlasan) terdegradasi oleh perburuan validasi digital metrikal (likes, shares, followers) yang melahirkan fenomena kesalehan kosmetis; dan 3) Fragmentasi Ontologis Identitas, yang mewujud dalam keterbelahan eksistensial (split personality) antara persona virtual dan riil. Sebagai resolusi filosofis, penelitian ini menawarkan rekonstruksi metodologi pendidikan Islam melalui agenda Tri-Pilar Digital Maslahah: pemulihan daya refleksi-kritik lewat epistemological revival, reposisi orientasi nilai batin melalui axiological realignment, dan revitalisasi fungsional tri-pusat pendidikan sebagai filter eksistensial.