This Author published in this journals
All Journal Avant Garde
Jiddan Alkasyaaf
Budi Luhur University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Semiotik Terhadap Iklan Aqua Indonesia Dalam Perspektif Theory Of Lies Umberto Eco Jiddan Alkasyaaf; Nawiroh Vera; Artyasto Jatisidi
Avant Garde Vol 14, No 1 (2026): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v14i1.4554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna kemurnian dalam iklan Aqua versi “100% Murni” melalui perspektif Theory of Lies Umberto Eco. Iklan sebagai bentuk komunikasi persuasif tidak hanya menyampaikan informasi produk, tetapi juga membangun realitas simbolik melalui sistem tanda visual dan verbal. Klaim “100% Murni” serta representasi alam pegunungan yang ideal menjadi fokus kajian untuk melihat bagaimana makna kemurnian diproduksi dan berpotensi menghadirkan “kebenaran semu”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika berdasarkan kerangka Umberto Eco, khususnya kategori lying (kebohongan literal), pretending (kepura-puraan), dan falsifying (pemalsuan konteks). Objek penelitian adalah iklan Aqua versi tahun 2024 yang dianalisis melalui observasi terhadap elemen visual seperti warna, simbol alam, komposisi gambar, serta elemen verbal berupa slogan dan narasi. Proses analisis data mengikuti model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi secara berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan membangun makna kemurnian melalui mekanisme semiotik yang kompleks. Pada kategori lying, klaim “100% Murni” menghadirkan kesan kemurnian absolut yang secara faktual tidak sepenuhnya terlepas dari proses industrial. Pada kategori pretending, visualisasi alam yang sangat ideal menciptakan asosiasi emosional antara produk dan kemurnian alam. Sementara itu, pada kategori falsifying, terjadi seleksi dan penghilangan konteks industrial sehingga realitas tampil lebih natural dan sederhana. Penelitian ini menegaskan bahwa iklan tidak sekadar merepresentasikan realitas, tetapi memproduksi mitos kemurnian melalui strategi simbolik yang persuasif.