Anak usia dini (0–6 tahun) berada pada masa golden age yang sangat menentukan perkembangan fisik, kognitif, bahasa, serta sosial-emosional, namun meningkatnya penggunaan gadget berdampak pada berkurangnya interaksi sosial, munculnya perilaku individualis, kesulitan mengendalikan emosi, serta rendahnya kemampuan bekerja sama dan berempati sehingga diperlukan intervensi edukatif yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan; oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan sosial-emosional anak prasekolah melalui metode role play berbasis permainan “SuperHero” sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap perangkat elektronik. Kegiatan dilaksanakan di TK RA Muslimat NU 27 Kota Malang dengan melibatkan 24 anak usia 4–5 tahun melalui tahapan persiapan (observasi, penyusunan storyboard, serta penyediaan alat dan kostum), pelaksanaan (pembukaan, bermain peran selama 25 menit, dan refleksi), serta evaluasi menggunakan pre- dan post-test untuk mengukur perubahan keterampilan sosial-emosional. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator sosial-emosional, ditandai dengan meningkatnya kemampuan kerja sama, empati, meminta maaf, berbagi, dan mengekspresikan emosi secara positif; kemampuan mengikuti aturan kelompok meningkat sebesar 32%, penyelesaian konflik kecil meningkat 28%, serta penurunan ketergantungan terhadap perangkat sebesar 28%. Dengan demikian, permainan peran berbasis SuperHero terbukti efektif sebagai pendekatan edukatif yang menyeluruh, menyenangkan, dan relevan dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak pada masa golden age.