Riyan Wahyudo
Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGETAHUAN IBU HAMIL DAN SKRINING ULTRASONOGRAFI (USG) PADA KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI PUSKESMAS CANGKRINGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA: KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN AND ULTRASONOGRAPHIC (USG) SCREENING FOR HIGH-RISK PREGNANCIES AT CANGKRINGAN PRIMARY HEALTH CARE CENTER, SLEMAN, YOGYAKARTA Naela Himayati Afifah; Yana Supriatna; Nurhuda Hendra Setyawan; Torana Kurniawan; Trianingsih Trianingsih; Devina Yudistiarta; Ajeng Viska Icanervilia; Vincent Harun; Khairina Khairina; Riyan Wahyudo; Nadia Primivita Dirgahayu; Derry Andriawan; Yusnia Irchami Fahmi; Intan Mupangat; Michelle Giovanny Manoeroe; Lina Choridah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3206

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan kontributor utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal. Deteksi dini melalui ultrasonografi (USG) dalam antenatal care (ANC) dan edukasi kesehatan esensial untuk kehamilan yang aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak edukasi kesehatan terhadap pengetahuan ibu mengenai kehamilan risiko tinggi serta mengidentifikasi faktor risiko maternal dengan penilaian USG di Puskesmas Cangkringan, Sleman, Yogyakarta pada 16 November 2024. Studi potong lintang (cross-sectional) ini melibatkan 23 ibu hamil yang direkrut melalui consecutive sampling. Data meliputi karakteristik sosiodemografi, riwayat obstetri, antropometri, tekanan darah, dan USG prenatal. Pengetahuan ibu dinilai dengan menggunakan kuesioner. Terdapat peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu, dengan nilai median dari 7 menjadi 10 (p<0,001;  uji paired t-test). Hasil menunjukkan rata-rata usia ibu 27 ± 5,51 tahun dan indeks massa tubuh 25 ± 6,13 kg/m² (overweight). Skor pengetahuan meningkat secara signifikan setelah intervensi edukasi. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara lingkar lengan atas (LILA) ibu dan perkiraan berat janin. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan terbukti meningkatkan pengetahuan ibu secara signifikan. Indikator antropometri ibu saja tidak cukup andal menjadi prediktor berat janin, sehingga diperlukan pelayanan ANC terpadu yang memadukan edukasi, penilaian klinis, dan penapisan USG.
PENGETAHUAN IBU HAMIL DAN SKRINING ULTRASONOGRAFI (USG) PADA KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI PUSKESMAS CANGKRINGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA: KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN AND ULTRASONOGRAPHIC (USG) SCREENING FOR HIGH-RISK PREGNANCIES AT CANGKRINGAN PRIMARY HEALTH CARE CENTER, SLEMAN, YOGYAKARTA Naela Himayati Afifah; Yana Supriatna; Nurhuda Hendra Setyawan; Torana Kurniawan; Trianingsih Trianingsih; Devina Yudistiarta; Ajeng Viska Icanervilia; Vincent Harun; Khairina Khairina; Riyan Wahyudo; Nadia Primivita Dirgahayu; Derry Andriawan; Yusnia Irchami Fahmi; Intan Mupangat; Michelle Giovanny Manoeroe; Lina Choridah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3206

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan kontributor utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal. Deteksi dini melalui ultrasonografi (USG) dalam antenatal care (ANC) dan edukasi kesehatan esensial untuk kehamilan yang aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak edukasi kesehatan terhadap pengetahuan ibu mengenai kehamilan risiko tinggi serta mengidentifikasi faktor risiko maternal dengan penilaian USG di Puskesmas Cangkringan, Sleman, Yogyakarta pada 16 November 2024. Studi potong lintang (cross-sectional) ini melibatkan 23 ibu hamil yang direkrut melalui consecutive sampling. Data meliputi karakteristik sosiodemografi, riwayat obstetri, antropometri, tekanan darah, dan USG prenatal. Pengetahuan ibu dinilai dengan menggunakan kuesioner. Terdapat peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu, dengan nilai median dari 7 menjadi 10 (p<0,001;  uji paired t-test). Hasil menunjukkan rata-rata usia ibu 27 ± 5,51 tahun dan indeks massa tubuh 25 ± 6,13 kg/m² (overweight). Skor pengetahuan meningkat secara signifikan setelah intervensi edukasi. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara lingkar lengan atas (LILA) ibu dan perkiraan berat janin. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan terbukti meningkatkan pengetahuan ibu secara signifikan. Indikator antropometri ibu saja tidak cukup andal menjadi prediktor berat janin, sehingga diperlukan pelayanan ANC terpadu yang memadukan edukasi, penilaian klinis, dan penapisan USG.