Lanang Riyadi
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kontribusi Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI) terhadap Pemain Biola Jalanan Otodidak di Lapangan Merdeka Medan Prasetyo Bagaskara; Uyuni Widiastuti; Herna Hirza; Lanang Riyadi
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Keterbatasan akses pemain biola jalanan terhadap pendidikan musik formal, peluang ekonomi, dan dukungan sosial yang memadai menjadi permasalahan struktural musisi marginal di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI) terhadap pemain biola jalanan otodidak di Lapangan Merdeka Medan serta mengidentifikasi dampak multidimensional yang ditimbulkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus komunitas serta pemain biola jalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi SPMI secara signifikan meningkatkan efisiensi hidup melalui pelatihan teknis informal, pengelolaan jadwal tampil, dan efisiensi biaya operasional. Selain itu, efektivitas hidup para pemain meningkat secara nyata yang ditandai dengan transformasi kesadaran identitas diri menjadi pekerja seni, peningkatan kepercayaan diri, serta terbukanya peluang profesional di panggung formal. Signifikansi peran komunitas musik bertindak sebagai agen pemberdayaan yang mampu merekonstruksi modal sosial dan kultural musisi jalanan secara mandiri. Dampak yang dihasilkan bersifat multidimensional; meliputi penguatan solidaritas sosial dan kesejahteraan ekonomi sebagai dampak positif, serta risiko ketergantungan komunitas dan homogenisasi ekspresi musikal sebagai dampak negatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi komunitas memiliki peran vital dalam memberdayakan musisi marginal, namun memerlukan manajemen yang adaptif agar manfaatnya berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi praktis terhadap formulasi kebijakan di bidang seni dan ekonomi kreatif, serta dapat dijadikan acuan model tata kelola program pemberdayaan musisi jalanan berbasis komunitas yang lebih terstruktur dan inklusif.