Abstrak : Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengungkapkan makna literasi berdasarkan pengalaman siswa SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni dalam program literasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang dilakukan dengan wawancara, observasi terhadap siswa dan guru SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni. Data yang diperoleh kemudian dipaparkan dalam bentuk tulisan disertai dengan kesimpulan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan literasi di sekolah dilaksanakan melalui membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran Bahasa Indonesia dengan kebebasan memilih bahan bacaan. Siswa memaknai literasi sebagai sarana pengembangan diri dan dianggap sebagai pengalaman yang menyenangkan. Kendala tang mengatasi keterbatasan koleksi buku, serta belum adanya program literasi secara rutin. Penelitian ini memberikan beberapa solusi yang bisa dilakukan oleh SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni dalam untuk mendukung program literasi yang lebih baik lagi. Abstrak: Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengungkapkan makna literasi berdasarkan pengalaman siswa SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni dalam program literasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang dilakukan melalui wawancara, observasi siswa dan guru SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk tulisan disertai dengan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan literasi di sekolah dilakukan melalui membaca selama 15 menit sebelum belajar Bahasa Indonesia dengan kebebasan memilih bahan bacaan. Siswa mengartikan literasi sebagai sarana pengembangan diri dan dianggap sebagai pengalaman yang menyenangkan. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan koleksi buku, serta kurangnya program literasi rutin. Penelitian ini memberikan beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni untuk mendukung program literasi yang lebih baik.