Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TATA KELOLA LINGKUNGAN IBU KOTA NUSANTARA BERBASIS ILMU FALAK, ECO-ASTRONOMY DAN MAQASHID SYARI’AH Vivit Fitriyanti; Akhmad Haries
JURNAL HAKAM Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jhi.v10i1.14656

Abstract

This study examines the scope of applying Islamic astronomy (Ilmu Falak), eco-astronomy, and Maqasid al-Shari’ah within the environmental governance framework of Ibu Kota Nusantara (IKN), focusing on their contribution to sustainable urban development. It aims to identify the benefits of astronomical science in environmental planning, explore its potential to support sustainability, analyze challenges and opportunities for policy integration, and formulate data-driven recommendations aligned with ecological principles. The research employs a descriptive qualitative method using interdisciplinary approaches drawn from Ilmu Falak, eco-astronomy, and Maqasid al-Shari’ah. The findings reveal three major contributions. First, astronomical calculations can guide the accurate determination of qibla orientation for mosques, prayer rooms, public buildings, and Muslim cemeteries in IKN; optimize solar trajectory mapping for energy efficiency; and support disaster mitigation related to lunar and terrestrial cycles. Second, eco-astronomy principles can be implemented through the establishment of a national dark-sky conservation zone for astronomical research and ecosystem protection, environmentally responsible lighting management to enhance energy efficiency, and the development of public education programs—including astro-tourism—to stimulate sustainable economic growth. Third, from the Maqasid perspective, the integration of Ilmu Falak and eco-astronomy fulfills the essential objectives of Shari’ah (daruriyyat), including the protection of religion, life, intellect, wealth, progeny, and the environment. The study recommends the development of technical guidelines, the integration of astronomical data into urban planning systems, and expanded interdisciplinary collaboration. It concludes that combining Islamic astronomy and eco-astronomy with Maqasid values can produce a more adaptive, holistic, and justice-oriented model of environmental governance.
Analisis Kesadaran dan Kendala Sertifikasi Halal Gratis Pelaku UMKM Makanan di Kutai Kartanegara Moh Fathurrosi Habibi; Alfitri Alfitri; Akhmad Haries
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 5: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i5.19638

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesadaran serta kendala yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang makanan dalam mengikuti Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) di Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pengalaman pelaku usaha selama menjalani proses sertifikasi halal. Informan penelitian melibatkan pelaku UMKM makanan, Pendamping Proses Produk Halal (P3H), serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa kesadaran pelaku UMKM terhadap arti penting sertifikasi halal mengalami peningkatan, terutama karena dipandang mampu memperkuat kepercayaan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing usaha. Meskipun demikian, pelaksanaan Program SEHATI masih dihadapkan pada berbagai kendala, antara lain rendahnya literasi administrasi dan digital, keterbatasan pemahaman mengenai prosedur sertifikasi, serta kebutuhan akan pendampingan yang lebih intensif. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan Program SEHATI tidak semata-mata bergantung pada kebijakan sertifikasi halal gratis, tetapi juga dipengaruhi oleh efektivitas sosialisasi, kualitas pendampingan, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Hasil penelitian diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam meningkatkan efektivitas implementasi sertifikasi halal bagi UMKM.