Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kewirausahaan Sosial Berbasis Maggot Black Soldier Fly (BSF) dalam Pengurangan Sampah Organik dan Pemberdayaan Masyarakat: Systematic Literature Review Dede Djuniardi; Nita Anggreyani; Imam Safei Muslim; Ginna Novarianti Dwi Putri Pramesti; Salsa Wulandari Pratama; Nadia Dwi Yulianti
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2026): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v6i5.3580

Abstract

Peningkatan volume sampah organik menjadi salah satu tantangan lingkungan yang memerlukan pendekatan pengelolaan yang inovatif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat sosial serta ekonomi bagi masyarakat. Salah satu inovasi yang berkembang adalah pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai agen biokonversi limbah organik. Selain berkontribusi dalam pengurangan sampah, pengelolaan maggot BSF juga berpotensi dikembangkan melalui pendekatan kewirausahaan sosial yang mengintegrasikan tujuan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kewirausahaan sosial berbasis maggot BSF dalam pengurangan sampah organik, mengidentifikasi manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihasilkan, serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Literatur diperoleh dari basis data Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda dengan rentang publikasi tahun 2014-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial berbasis maggot BSF mampu menciptakan nilai sosial melalui pengurangan volume sampah organik, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, serta membuka peluang usaha yang menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti maggot segar, maggot kering, tepung maggot, dan kasgot. Selain mendukung penerapan ekonomi sirkular, model ini juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan masyarakat lokal. Namun demikian, keberhasilan implementasinya dipengaruhi oleh tingkat partisipasi masyarakat, kapasitas pengelola, dukungan kelembagaan, akses pasar, dan keberlanjutan model bisnis yang diterapkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial berbasis maggot BSF memiliki potensi yang signifikan sebagai strategi pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Hubungan Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan: Tinjauan Sistematis terhadap Penelitian Organisasi dan Manajemen Lili Karmela Fitriani; Nita Anggreyani; Jubelina Amaral Pinto
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v5i1.529

Abstract

Perilaku dan kinerja karyawan di dalam sebuah organisasi banyak ditentukan oleh seberapa besar motivasi kerja yang mereka miliki. Berbagai kajian di ranah manajemen dan perilaku organisasi memperlihatkan keterkaitan antara tingkat motivasi dengan produktivitas, mutu hasil kerja, rasa keterikatan pada organisasi, hingga tercapainya sasaran perusahaan. Meski begitu, hasil-hasil penelitian mengenai apa saja yang mendorong motivasi serta bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja masih beragam dan belum seragam. Di samping itu, sejauh ini belum banyak upaya menyatukan temuan riset dari konteks organisasi di Indonesia maupun mancanegara ke dalam satu tinjauan yang utuh. Bertolak dari kesenjangan tersebut, artikel ini menyusun tinjauan sistematis atas sejumlah riset yang mengangkat keterkaitan motivasi kerja dengan kinerja karyawan dalam ranah manajemen dan organisasi. Pendekatan yang dipakai adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan menelaah pustaka-pustaka relevan seputar motivasi kerja, pemicu-pemicunya, dan dampaknya bagi kinerja karyawan. Telaah ini mendapati bahwa motivasi kerja berkorelasi positif dengan kinerja karyawan, dan unsur-unsur seperti penghargaan, jenjang karier, kondisi lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, serta keterlibatan karyawan terbukti mendorong naiknya motivasi. Sejumlah teori motivasi mulai dari Hierarki Kebutuhan Maslow, Dua Faktor Herzberg, Kebutuhan McClelland, Penetapan Tujuan, Keadilan, hingga Ekspektansi masih dipakai sebagai kerangka utama untuk menerangkan kaitan motivasi dan kinerja. Tinjauan ini melibatkan 25 artikel ilmiah terbitan 2015-2024. Temuannya menegaskan bahwa pengelolaan motivasi kerja yang tepat sasaran bisa menjadi strategi kunci bagi organisasi untuk mendongkrak kinerja karyawan sekaligus mencapai sasaran organisasi secara berkesinambungan.