Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Bridging Faith and Finance: A Comparative Study of Sharia-Compliant Microfinance Performance Across West Java Imam Safei Muslim
Journal of Sharia Micro Enterprise and Cooperation Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Sharia Micro Enterprise and Cooperation
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/yrw8b655

Abstract

Financial inclusion remains critical globally, with 1.4 billion adults lacking formal financial services. In Indonesia, 49% of adults remain unbanked, particularly in rural areas. Islamic microfinance institutions offer Sharia-compliant alternatives for Muslims avoiding conventional finance, yet limited empirical evidence exists on comparative performance across models regarding financial sustainability, social impact, and Sharia compliance. This study compares financial and social performance of Islamic microfinance models (BMTs, BPRS, Islamic cooperatives) across West Java, examines Sharia compliance adherence, and identifies key performance determinants including institutional characteristics and regional contexts. A comparative cross-sectional study across Western and Eastern West Java analyzed quantitative and qualitative data from representative samples. Financial metrics, social outreach indicators, and Sharia compliance measures were examined to identify performance determinants and regional disparities. Significant regional disparities emerged, with Western institutions demonstrating superior financial sustainability and outreach. Institutional age, staff capacity, and authentic Sharia compliance were key performance determinants. Dual-mission tension exists between financial sustainability and poverty outreach, with larger loans improving financial performance but potentially reducing poorest client focus. Findings provide empirical evidence on Islamic microfinance performance variations, emphasizing context-specific strategies, human capital development, and authentic Sharia governance importance for achieving both financial sustainability and social objectives in diverse regional settings.
Peran Kewirausahaan Sosial Berbasis Maggot Black Soldier Fly (BSF) dalam Pengurangan Sampah Organik dan Pemberdayaan Masyarakat: Systematic Literature Review Dede Djuniardi; Nita Anggreyani; Imam Safei Muslim; Ginna Novarianti Dwi Putri Pramesti; Salsa Wulandari Pratama; Nadia Dwi Yulianti
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v6i1.3580

Abstract

Peningkatan volume sampah organik menjadi salah satu tantangan lingkungan yang memerlukan pendekatan pengelolaan yang inovatif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat sosial serta ekonomi bagi masyarakat. Salah satu inovasi yang berkembang adalah pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai agen biokonversi limbah organik. Selain berkontribusi dalam pengurangan sampah, pengelolaan maggot BSF juga berpotensi dikembangkan melalui pendekatan kewirausahaan sosial yang mengintegrasikan tujuan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kewirausahaan sosial berbasis maggot BSF dalam pengurangan sampah organik, mengidentifikasi manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihasilkan, serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Literatur diperoleh dari basis data Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda dengan rentang publikasi tahun 2014-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial berbasis maggot BSF mampu menciptakan nilai sosial melalui pengurangan volume sampah organik, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, serta membuka peluang usaha yang menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti maggot segar, maggot kering, tepung maggot, dan kasgot. Selain mendukung penerapan ekonomi sirkular, model ini juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan masyarakat lokal. Namun demikian, keberhasilan implementasinya dipengaruhi oleh tingkat partisipasi masyarakat, kapasitas pengelola, dukungan kelembagaan, akses pasar, dan keberlanjutan model bisnis yang diterapkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial berbasis maggot BSF memiliki potensi yang signifikan sebagai strategi pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Pengaruh Manajemen Konflik dan Negosiasi terhadap Komitmen Organisasi di Era Transformasi Digital: Tinjauan Literatur Sistematis Lili Karmela Fitriani; Imam Safei Muslim; Ginna Novarianti Dwi Putri Pramesti
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v5i2.530

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara organisasi beroperasi, berkomunikasi, dan berkolaborasi, sekaligus meningkatkan potensi konflik akibat perubahan teknologi, pola kerja virtual, dan dinamika hubungan kerja yang semakin kompleks. Dalam kondisi tersebut, manajemen konflik dan negosiasi menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi tingkat komitmen organisasi karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis pengaruh manajemen konflik dan negosiasi terhadap komitmen organisasi dalam konteks transformasi digital. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari artikel ilmiah yang terindeks pada Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan sintesis terhadap 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen konflik yang berorientasi kolaboratif berkontribusi positif terhadap peningkatan komitmen organisasi melalui penguatan kepercayaan, komunikasi terbuka, dan persepsi keadilan. Selain itu, strategi negosiasi integratif terbukti lebih efektif dibandingkan negosiasi distributif dalam membangun hubungan kerja yang berkelanjutan dan meningkatkan keterikatan karyawan terhadap organisasi. Transformasi digital juga berperan sebagai faktor kontekstual yang memoderasi hubungan tersebut melalui kematangan digital organisasi, literasi digital karyawan, dan pola kerja virtual. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan teori perilaku organisasi serta menjadi acuan praktis bagi pimpinan dan praktisi sumber daya manusia dalam mendukung keberhasilan transformasi digital. Orisinalitas penelitian terletak pada integrasi manajemen konflik, negosiasi, komitmen organisasi, dan transformasi digital dalam satu kerangka konseptual yang komprehensif.
Consumer Behavior Mapping Through Search Pattern Analysis in Digital Platform Imam Safei Muslim
Journal of Digital Marketing and Search Engine Optimization Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Digital Marketing and Search Engine Optimization
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/3kp5ah14

Abstract

This study examines consumer behavior patterns through comprehensive search pattern analysis across three major e-commerce platforms. The research analyzed 127,543 search sessions from 12,847 unique users over six months using Latent Dirichlet Allocation (LDA) and K-means clustering. Data collection involved clickstream analysis, query pattern extraction, and behavioral tracking across mobile, desktop, and tablet devices. Statistical methods included hierarchical linear modeling, ANOVA, and chi-square tests. The analysis identified five distinct consumer segments: Exploratory Browsers (32.4%), Systematic Researchers (23.8%), Direct Purchasers (18.7%), Deal Seekers (15.3%), and Uncertain Seekers (9.8%). Results reveal significant behavioral variations across customer journey stages, with query length increasing from 2.84 to 4.89 words and brand mentions rising from 15.2% to 71.3% from awareness to retention stages. Mobile devices dominated usage (63.4%), with distinct behavioral patterns across demographics and temporal factors. These findings enable businesses to develop targeted marketing strategies, optimize user experience design, and implement personalized recommendation systems. This research contributes original insights by integrating quantitative behavioral analytics with qualitative thematic analysis, providing a comprehensive framework for understanding digital consumer decision-making processes in contemporary e-commerce environments.