Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DSI dan Masa Depan Tata Niaga Batubara Indonesia: Penguatan Kedaulatan atau Risiko Bottleneck Baru? Yudhi Putro
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64792

Abstract

Perdagangan batubara Indonesia tetap memiliki posisi strategis bagi penerimaan negara, ketahanan energi, dan pasokan komoditas global. Namun, praktik penjualan yang terfragmentasi, lemahnya daya tawar kolektif, potensi kebocoran penerimaan, serta meningkatnya tekanan transisi energi global mendorong pemerintah memperkuat pengendalian ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Penelitian ini bertujuan menganalisis rasionalitas ekonomi pembentukan DSI sebagai instrumen tata kelola ekspor terpusat serta menilai implikasinya terhadap daya tawar, perolehan rente sumber daya, efisiensi pasar, tata kelola kelembagaan, dan risiko operasional perdagangan batubara Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui analisis kebijakan dan analisis berbasis praktik. Data sekunder dikumpulkan melalui telaah dokumen, kajian literatur, dan observasi pasar, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DSI berpotensi memperkuat posisi tawar Indonesia, mengurangi penjualan terfragmentasi, meningkatkan transparansi ekspor, serta memperoleh nilai ekonomi tambahan melalui margin perdagangan dan biaya transaksi. Namun, sentralisasi juga berisiko menimbulkan hambatan pada penetapan harga, transisi kontrak, pembiayaan, penjadwalan kapal, logistik, sengketa kargo, dan kepercayaan pembeli. Penelitian menyimpulkan bahwa DSI dapat memperkuat kedaulatan sumber daya apabila pengendalian negara diseimbangkan dengan efisiensi pasar, fleksibilitas operasional, akuntabilitas, dan kepercayaan pasar internasional.
Halal Product Standardization in Vietnam: Lessons from Indonesia for Inclusive and Sustainable Development: Standarisasi Produk Halal di Vietnam: Pelajaran dari Indonesia untuk Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan Andi Setyo Pambudi; Alan Yazid Ali Basjah; Hasan Ashari; Eddy Rusman; Isti Yuli Ismawati; Yudhi Putro
Jurnal Bisnis dan Ekonomi Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Bisnis dan Ekonomi
Publisher : OGZ Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61597/jbe-ogzrp.v3i4.150

Abstract

Abstract The global phenomenon of the halal industry demonstrates its evolution from a normative religious issue into a driver of international economic growth with strong implications for social, cultural, and environmental dimensions. Nevertheless, a research gap persists as most academic studies focus on Muslim-majority countries, while the potential of non-Muslim countries such as Vietnam remains underexplored. This study is crucial to address the urgency of developing Vietnam’s halal industry, which has a strong foundation in agriculture, fisheries, coffee, and spices with high export potential. The objectives of this research are to analyze how Vietnam’s halal economy can be optimized through lessons learned from Indonesia, to examine the role of social inclusivity in strengthening cross-cultural cohesion, to understand the integration of halal principles with sustainable development agendas, and to propose an international collaboration model based on co-learning, co-design, and co-invest. The research adopts a qualitative descriptive approach through literature studies, field observations in Ho Chi Minh City, and focused group discussions. The findings reveal that halal functions as a strategic instrument for economic competitiveness, social cohesion, and environmental sustainability. Recommendations include establishing a national halal authority, promoting green halal, and strengthening regional halal diplomacy. This study contributes to enriching the literature on halal development in non-Muslim countries while providing practical policy insights for Vietnam and Indonesia. Keywords: halal, Vietnam, Indonesia, sustainability, international collaboration