Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prioritas Rehabilitasi Daerah Irigasi yang Mendukung Program Ketahanan Pangan di Wilayah Sumatera Utara Al-Hafizh Al-Hafizh; Anthoni Veery Mardianta; Gina Cynthia R. Hasibuan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64793

Abstract

Kerusakan jaringan irigasi dapat menurunkan produktivitas pertanian dan melemahkan ketahanan pangan, terutama ketika kebutuhan rehabilitasi lebih besar daripada anggaran pemerintah yang tersedia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting daerah irigasi, menentukan prioritas rehabilitasi, membandingkan hasil metode Rank Case dan Analytic Hierarchy Process–Simple Additive Weighting (AHP–SAW), serta merumuskan rekomendasi rehabilitasi bagi daerah irigasi yang mendukung Program Food Estate di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian deskriptif kuantitatif ini mengkaji 13 daerah irigasi kewenangan provinsi yang tersebar di Kabupaten Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah. Data sekunder diperoleh dari E-PAKSI dan dokumen perencanaan daerah, sedangkan data primer dikumpulkan melalui kuesioner terhadap enam responden ahli yang dipilih secara purposive sampling. Penilaian menggunakan tujuh kriteria, yaitu luas areal, prasarana fisik, produktivitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi, dan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Hasil kedua metode secara konsisten menempatkan DI Lae Ordi, Sinamo, dan Aek Silang sebagai tiga prioritas utama rehabilitasi. Indeks AHP–SAW ketiganya masing-masing sebesar 38,56%, 41,91%, dan 45,59%, yang termasuk kategori kurang baik. Produktivitas tanam memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,30, diikuti kelembagaan P3A sebesar 0,21 dan prasarana fisik sebesar 0,18. Nilai rasio konsistensi sebesar 0,047 menunjukkan bahwa penilaian ahli telah konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AHP–SAW menghasilkan pemeringkatan yang lebih strategis dan terperinci karena mempertimbangkan tingkat kepentingan setiap kriteria. Rehabilitasi perlu diprioritaskan pada perbaikan jaringan fisik, distribusi air, produktivitas tanam, dokumentasi teknis, dan penguatan kelembagaan, terutama pada tiga daerah irigasi dengan kinerja terendah.