Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Halte Bus Listrik Trans Medan terhadap Tingkat Kepuasan Penumpang Studi Kasus : Halte (BS13) Lapangan Merdeka dan Halte Umum Rizkia Tri Annisha; M. Ridwan Anas; Gina Cynthia R. Hasibuan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64531

Abstract

Transportasi umum mempunyai peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan. Salah satu fasilitas pendukung pelayanan transportasi umum adalah halte. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan penumpang, mengetahui atribut pelayanan yang menjadi prioritas perbaikan, serta menganalisis pengaruh kualitas pelayanan halte terhadap tingkat kepuasan penumpang Bus Listrik Bus Listrik Trans Medan dengan studi kasus pada Halte BS13 Lapangan Merdeka dan halte umum Bus Listrik Trans Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada pengguna halte BS13 Lapangan Merdeka dan halte umum Bus Listrik Trans Medan. Metode analisis yang digunakan yaitu Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), dan analisis regresi linear berganda. Indikator penelitian mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 10 Tahun 2012 sebagaimana pembaruan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 27 Tahun 2015 yang mencakup aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan keteraturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan penumpang pada Halte BS13 Lapangan Merdeka memperoleh nilai CSI sebesar 78% dengan kategori puas, sedangkan halte umum memperoleh nilai CSI sebesar 69% dengan kategori puas. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa beberapa atribut pelayanan yang menjadi prioritas perbaikan pada halte umum meliputi lampu penerangan, informasi gangguan keamanan, fasilitas pengatur suhu ruangan, fasilitas keselamatan, dan tempat duduk penumpang. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan kualitas pelayanan halte terutama pada halte umum perlu dilakukan guna meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kepuasan pengguna transportasi masyarakat di Kota Medan.
Prioritas Rehabilitasi Daerah Irigasi yang Mendukung Program Ketahanan Pangan di Wilayah Sumatera Utara Al-Hafizh Al-Hafizh; Anthoni Veery Mardianta; Gina Cynthia R. Hasibuan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64793

Abstract

Kerusakan jaringan irigasi dapat menurunkan produktivitas pertanian dan melemahkan ketahanan pangan, terutama ketika kebutuhan rehabilitasi lebih besar daripada anggaran pemerintah yang tersedia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting daerah irigasi, menentukan prioritas rehabilitasi, membandingkan hasil metode Rank Case dan Analytic Hierarchy Process–Simple Additive Weighting (AHP–SAW), serta merumuskan rekomendasi rehabilitasi bagi daerah irigasi yang mendukung Program Food Estate di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian deskriptif kuantitatif ini mengkaji 13 daerah irigasi kewenangan provinsi yang tersebar di Kabupaten Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah. Data sekunder diperoleh dari E-PAKSI dan dokumen perencanaan daerah, sedangkan data primer dikumpulkan melalui kuesioner terhadap enam responden ahli yang dipilih secara purposive sampling. Penilaian menggunakan tujuh kriteria, yaitu luas areal, prasarana fisik, produktivitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi, dan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Hasil kedua metode secara konsisten menempatkan DI Lae Ordi, Sinamo, dan Aek Silang sebagai tiga prioritas utama rehabilitasi. Indeks AHP–SAW ketiganya masing-masing sebesar 38,56%, 41,91%, dan 45,59%, yang termasuk kategori kurang baik. Produktivitas tanam memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,30, diikuti kelembagaan P3A sebesar 0,21 dan prasarana fisik sebesar 0,18. Nilai rasio konsistensi sebesar 0,047 menunjukkan bahwa penilaian ahli telah konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AHP–SAW menghasilkan pemeringkatan yang lebih strategis dan terperinci karena mempertimbangkan tingkat kepentingan setiap kriteria. Rehabilitasi perlu diprioritaskan pada perbaikan jaringan fisik, distribusi air, produktivitas tanam, dokumentasi teknis, dan penguatan kelembagaan, terutama pada tiga daerah irigasi dengan kinerja terendah.
Pengaruh Kinerja Pelayanan Bus Trans Medan terhadap Loyalitas Pengguna Bona Fahma Siregar; M. Ridwan Anas; Gina Cynthia R. Hasibuan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64834

Abstract

Kota Medan menghadapi tantangan transportasi dengan dominasi kendaraan pribadi (95,12%) dan rendahnya penggunaan angkutan umum (4,8%). Bus Trans Medan dikembangkan sebagai solusi, namun keberhasilannya bergantung pada kinerja pelayanan yang mendorong loyalitas pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan dan loyalitas pengguna Bus Trans Medan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi loyalitas pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengukur tingkat kepuasan dan menentukan prioritas perbaikan pelayanan, Indeks Loyalitas untuk mengukur tingkat loyalitas pengguna, serta Regresi Linear Berganda untuk menganalisis pengaruh dimensi kualitas pelayanan terhadap loyalitas pengguna. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengguna Bus Trans Medan merasa puas terhadap sebagian besar atribut pelayanan yang diberikan. Berdasarkan analisis IPA, atribut yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan adalah keberadaan petugas keamanan, kenyamanan alat bantu bagi penumpang berdiri, waktu tunggu bus di halte, dan kelancaran perjalanan bus. Hasil perhitungan indeks loyalitas menunjukkan nilai sebesar 72,79% yang termasuk dalam kategori loyal. Selain itu, hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa seluruh variabel kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap loyalitas pengguna. Variabel keterjangkauan merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi loyalitas pengguna, diikuti oleh kenyamanan, keamanan, keteraturan, keselamatan, dan kesetaraan.