p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Kesehatan
Sudarningayuti Lintang Wahyu Azahra
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi DMAIC dalam Lean Six Sigma untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Literature Review Sudarningayuti Lintang Wahyu Azahra; Nadia Hafrisa; Acim Heri Iswanto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.2136

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama bagi organisasi pelayanan kesehatan dalam menghadapi tuntutan pelayanan yang semakin kompleks. Berbagai permasalahan seperti waktu tunggu yang panjang, ketidakefisienan proses, pemborosan sumber daya, dan variasi kinerja pelayanan dapat mempengaruhi kualitas layanan yang diberikan kepada pasien. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah Lean Six Sigma dengan kerangka kerja DMAIC (Mendefinisikan, mengukur, menganalisis, meningkatkan, mengendalikan). Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis berbagai penelitian terkait implementasi DMAIC dalam Lean Six Sigma untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah Tinjauan literatur dengan sumber data berupa artikel penelitian yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan Garuda. Sebanyak tujuh artikel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi DMAIC berkontribusi dalam menurunkan waktu tunggu pelayanan, meningkatkan efisiensi proses kerja, mengoptimalkan alur pelayanan, serta mendukung peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Selain itu, penggunaan Kontrol Proses Statistik (SPC) dan Bagan kontrol pada tahap Kontrol membantu organisasi dalam memantau stabilitas proses dan mempertahankan hasil perbaikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, implementasi DMAIC dalam Lean Six Sigma dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mendukung peningkatan kualitas berkelanjutan pada pelayanan kesehatan.
Strategi Implementasi Sistem Informasi Kesehatan dalam Optimalisasi Pelayanan Administrasi di Puskesmas: Literature Review Sudarningayuti Lintang Wahyu Azahra; Nadia Hafrisa; Acim Heri Iswanto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.2137

Abstract

Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan salah satu upaya transformasi digital yang berperan penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan administrasi di Puskesmas. Implementasi SIK mendukung pengelolaan data pasien, pencatatan rekam medis, serta pelaporan kesehatan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi implementasi Sistem Informasi Kesehatan dalam optimalisasi pelayanan administrasi di Puskesmas. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian artikel melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Garuda. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli yang diterbitkan pada tahun 2021–2026, tersedia dalam bentuk full text, dan relevan dengan topik penelitian. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh delapan artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi Sistem Informasi Kesehatan berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi administrasi melalui percepatan pengelolaan data pasien, peningkatan akurasi rekam medis, dan kemudahan pelaporan kesehatan. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, dukungan organisasi dan manajemen, ketersediaan infrastruktur teknologi, serta pelatihan pengguna yang berkelanjutan. Sementara itu, hambatan yang sering ditemukan meliputi keterbatasan kompetensi pengguna, kurangnya pelatihan, kendala infrastruktur, dan kualitas sistem yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi implementasi yang terintegrasi melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, dukungan manajemen, dan pengembangan infrastruktur teknologi untuk mengoptimalkan pelayanan administrasi di Puskesmas.
Manfaat Pelatihan dan Sertifikasi dalam Pengembangan Kompetensi Tenaga Kesehatan terhadap Kinerja Organisasi Pelayanan Kesehatan: Literature Review Nadia Hafrisa; Sudarningayuti Lintang Wahyu Azahra; Acim Heri Iswanto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.2148

Abstract

Tenaga kesehatan merupakan sumber daya manusia yang memegang peranan krusial dalam mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi kebutuhan mendasar untuk memastikan tenaga kesehatan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai standar profesional yang ditetapkan. Literature review ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai manfaat pelatihan dan sertifikasi dalam pengembangan kompetensi tenaga kesehatan serta kontribusinya terhadap kinerja organisasi pelayanan kesehatan. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar dan Garuda dengan rentang tahun publikasi 2020–2026 menggunakan pendekatan seleksi berbasis kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak delapan artikel penelitian dipilih dan dianalisis secara deskriptif serta disajikan dalam bentuk tabel sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelatihan yang dirancang secara terstruktur terbukti meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi tenaga kesehatan secara signifikan. Pengembangan SDM yang berkelanjutan juga berkontribusi terhadap peningkatan profesionalisme, disiplin kerja, dan kemampuan kerja sama tim yang berdampak pada efektivitas organisasi. Sertifikasi kompetensi berperan dalam mendukung kesiapan kerja dan penempatan tenaga kesehatan sesuai bidang keahliannya. Pelatihan dan sertifikasi merupakan investasi strategis yang tidak hanya meningkatkan kapabilitas individu tenaga kesehatan, tetapi juga memperkuat kinerja organisasi pelayanan kesehatan secara keseluruhan, sehingga perlu menjadi prioritas dalam kebijakan pengembangan SDM kesehatan.