Cut Amelia Indriani Arfansyah Siti
Institut Kesehatan Hermina

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pola Konsumsi Cairan Berpemanis dengan Risiko Diabetes Melitus pada Siswa-Siswi SDN Kayu Putih 03 Jakarta Cut Amelia Indriani Arfansyah Siti; Edi Gunawan; Retno Winarti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.2143

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang semakin banyak ditemukan pada anak usia sekolah dasar, terutama tipe 2 yang dipicu oleh gaya hidup tidak sehat termasuk konsumsi cairan berpemanis berlebih. Prevalensi diabetes melitus pada anak dan remaja terus meningkat secara global, dengan lebih dari 1,2 juta anak di bawah usia 20 tahun terdiagnosis DM tipe 2. Di Indonesia, konsumsi minuman berpemanis mencapai 48,6% pada kelompok anak dan remaja setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi cairan berpemanis dengan risiko diabetes melitus pada siswa-siswi SDN Kayu Putih 03 Jakarta. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan populasi siswa-siswi SDN Kayu Putih 03 Jakarta usia 10-12 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner BEVQ-17 (Beverage Intake Questionnaire) untuk mengukur pola konsumsi cairan berpemanis dan instrumen ADA Diabetes Risk Test untuk mengukur risiko diabetes melitus. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik yang sesuai. Studi pendahuluan terhadap 20 siswa menunjukkan mayoritas lebih memilih minuman berpemanis dari kantin sekolah dan belum memahami risiko diabetes melitus. Konsumsi cairan berpemanis berlebih mengakibatkan hiperinsulinemia, resistensi insulin, dan akumulasi lemak viseral yang secara langsung berkontribusi pada patogenesis DM tipe 2. Penelitian ini diharapkan menghasilkan data ilmiah sebagai dasar program skrining dan promosi kesehatan pencegahan diabetes melitus pada anak usia sekolah dasar.