Edi Gunawan
Institut Kesehatan Hermina

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Posyandu untuk Meningkatkan Kemampuan Deteksi Dini dan Stimulasi Perkembangan Anak Usia Dini di Indonesia Sofie Handajany; Emmi Wahyuni; Lutfiasih Rahmawati; Lisnadiyanti Lisnadiyanti; Hayyu Naafi Hidhayanti; Nur Khotimah Elfiyani; Edi Gunawan; Dyas Nurvitasari Puspita; Khansa Aulia Putri; Harmoko Harmoko; Henny Listyawati
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i2.5746

Abstract

Several toddlers in Indonesia face developmental challenges, including delays in fine and gross motor skills, hearing impairments, speech delays, and cognitive issues. One of the main factors contributing to these problems is the limited ability of families to provide the proper stimulation needed for child development. In this context, the role of Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) cadres becomes essential. Cadres with good skills, high motivation, and consistent enthusiasm are needed to support the success of the Posyandu program, especially in early childhood developmental screening. This community service activity was designed to provide basic training for Posyandu cadres, with a primary focus on enhancing their ability to stimulate and detect early signs of developmental delays in children. The training was held on May 4, 2025, at the Mu'thi Jaya Indonesia Foundation Meeting Room and attended by 30 Posyandu cadres. An evaluation was conducted using pre- and post-test questionnaires to assess the knowledge and skills of the participants before and after the training. The evaluation results showed a significant improvement in the cadres' knowledge and skills related to early detection and stimulation of child development. Data analysis revealed a p-value of 0.074, indicating a substantial increase in understanding after the training. However, continuous support is necessary to ensure that early detection practices and child stimulation continue to be implemented effectively in the field. Routine monitoring and evaluation are also crucial to assess the long-term impact of this program on children's development in the community, as well as to ensure that the Posyandu program continues to function effectively in supporting the growth and development of children, particularly during the critical early years of life.
Hubungan Pola Konsumsi Cairan Berpemanis dengan Risiko Diabetes Melitus pada Siswa-Siswi SDN Kayu Putih 03 Jakarta Cut Amelia Indriani Arfansyah Siti; Edi Gunawan; Retno Winarti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.2143

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang semakin banyak ditemukan pada anak usia sekolah dasar, terutama tipe 2 yang dipicu oleh gaya hidup tidak sehat termasuk konsumsi cairan berpemanis berlebih. Prevalensi diabetes melitus pada anak dan remaja terus meningkat secara global, dengan lebih dari 1,2 juta anak di bawah usia 20 tahun terdiagnosis DM tipe 2. Di Indonesia, konsumsi minuman berpemanis mencapai 48,6% pada kelompok anak dan remaja setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi cairan berpemanis dengan risiko diabetes melitus pada siswa-siswi SDN Kayu Putih 03 Jakarta. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan populasi siswa-siswi SDN Kayu Putih 03 Jakarta usia 10-12 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner BEVQ-17 (Beverage Intake Questionnaire) untuk mengukur pola konsumsi cairan berpemanis dan instrumen ADA Diabetes Risk Test untuk mengukur risiko diabetes melitus. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik yang sesuai. Studi pendahuluan terhadap 20 siswa menunjukkan mayoritas lebih memilih minuman berpemanis dari kantin sekolah dan belum memahami risiko diabetes melitus. Konsumsi cairan berpemanis berlebih mengakibatkan hiperinsulinemia, resistensi insulin, dan akumulasi lemak viseral yang secara langsung berkontribusi pada patogenesis DM tipe 2. Penelitian ini diharapkan menghasilkan data ilmiah sebagai dasar program skrining dan promosi kesehatan pencegahan diabetes melitus pada anak usia sekolah dasar.