Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Efisiensi Bahan Baku Produksi Pangsit Menggunakan POM-QM di Desa Taraman Jaya, OKU Timur (Studi Kasus: Berkah Kerupuk Adi Jaya) Adi Nugroho; Ary Eko Prastya Putra; Anggi Fatmayati; Aisah Aisah
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (April - June 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i1.729

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor makanan di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan bahan baku yang efisien, khususnya pada UMKM produksi pangsit yang masih mengandalkan pendekatan konvensional berbasis perkiraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat optimalisasi faktor-faktor produksi dan pengambilan keputusan serta keuntungan maksimum yang dapat diperoleh dari optimalisasi produksi pangsit pada UMKM Berkah Kerupuk Adi Jaya di Desa Taraman Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pemrograman linear metode Simpleks yang dioperasikan melalui perangkat lunak POM-QM for Windows. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dokumentasi langsung dari pelaku usaha. Hasil analisis menunjukkan bahwa tenaga kerja merupakan faktor pembatas utama dengan nilai kelonggaran nol dan nilai ganda yang positif, sedangkan bahan baku dan kapasitas produksi bersifat tidak mengikat dengan sisa kapasitas yang belum dimanfaatkan secara optimal. Solusi optimal yang dihasilkan menyarankan agar produksi difokuskan pada pangsit besar dengan keuntungan maksimum sebesar Rp4.740.587 per proses produksi, lebih tinggi dibandingkan pangsit kecil yang menghasilkan keuntungan sebesar Rp2.240.587 per proses. Penerapan metode pemrograman linear terbukti mampu menghasilkan keputusan produksi yang lebih rasional, efisien, dan berbasis data dibandingkan pendekatan konvensional, sehingga dapat menjadi solusi strategis dalam meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing UMKM sektor pangan di Indonesia.
Analisis Keseimbangan (Equilibrium) Pasar Komoditas Cabai Keriting (Capsicum Annum L.) di Kecamatan Mesuji Makmur Menggunakan Teori Cobweb (Cobweb Teory) Ari Ardani; M. Aminullah; Andri Irawan; Aisah Aisah
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (April - June 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i1.836

Abstract

Komoditas cabai keriting merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang memiliki tingkat fluktuasi harga tinggi akibat adanya keterlambatan respons penawaran terhadap perubahan harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keseimbangan pasar komoditas cabai keriting serta mengetahui tingkat kestabilan pasar di Kecamatan Mesuji Makmur dengan menggunakan teori cobweb. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis fungsi permintaan, fungsi penawaran, dan model cobweb. Data yang digunakan berupa data primer hasil wawancara dengan 10 pedagang cabai keriting serta data sekunder time series harga dan produksi cabai keriting tahun 2021–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi permintaan cabai keriting di Kecamatan Mesuji Makmur adalah Qd = 102,4638 − 2,3078Pt, sedangkan fungsi penawaran adalah Qs = −156,1487 + 6,3769Pt-1. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh harga keseimbangan pasar sebesar Rp29.777/kg dengan jumlah keseimbangan sebesar 33,74 ton. Analisis kestabilan pasar menunjukkan bahwa model cobweb yang terbentuk bersifat divergen, di mana nilai slope penawaran lebih besar dibandingkan slope permintaan, sehingga fluktuasi harga cenderung semakin besar dari waktu ke waktu. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar cabai keriting di Kecamatan Mesuji Makmur belum mencapai kestabilan secara alami dan memerlukan intervensi kebijakan untuk mengendalikan fluktuasi harga serta menjaga keseimbangan pasar.
Analisis Determinasi Stabilitas Harga Gabah di Provinsi Sumatera Selatan Wiwin Trisnawati; Hariyono; Andri Irawan; Aisah Aisah
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.930

Abstract

Harga gabah merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi pendapatan petani dan ketahanan pangan nasional. Fluktuasi harga gabah yang terjadi di Provinsi Sumatera Selatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi produksi maupun kondisi ekonomi makro, sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi stabilitas harga gabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga pembelian pemerintah melalui Badan Urusan Logistik, produksi padi, nilai tukar rupiah, harga beras internasional, dan inflasi terhadap harga gabah di Provinsi Sumatera Selatan serta mengukur tingkat stabilitas harga gabah selama periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder bulanan selama Januari 2021 sampai Desember 2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, Badan Urusan Logistik, dan sumber resmi lainnya. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dalam bentuk log-linier melalui metode Ordinary Least Squares serta didukung uji asumsi klasik dan koefisien variasi untuk mengukur stabilitas harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap harga gabah. Secara parsial, harga pembelian pemerintah melalui Badan Urusan Logistik, produksi padi, nilai tukar rupiah, dan harga beras internasional berpengaruh signifikan terhadap harga gabah, sedangkan inflasi tidak berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan sebagian besar variasi harga gabah. Tingkat koefisien variasi mengindikasikan bahwa harga gabah di Provinsi Sumatera Selatan selama periode penelitian tergolong stabil.
Price Volatility and Marketing Efficiency of Chili Pepper (Capsicum annuum L.): a Farmer share Approach in Pagar Alam City Serly Novita Sari; Aisah Aisah; Sri Indaryati
Journal of Global Sustainable Agriculture Vol 6, No 2 (Agustus 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jgsa.v6i2.2021

Abstract

Chili price fluctuations have become one of the major issues in the horticultural marketing system because they affect farmers’ income stability and consumers’ purchasing power. The considerable price differences between producer and consumer levels indicate the existence of price disparities and marketing margins that potentially reduce the efficiency of chili distribution. This study aims to analyze the dynamics of producer and consumer chili prices and to measure Farmer share as an indicator of chili marketing efficiency in Pagar Alam City in 2025. The study employed a quantitative descriptive method using secondary data on producer prices and retail prices obtained from the Department of Agriculture of Pagar Alam City. The analysis focused on curly red chili, large red chili, and cayenne pepper using Farmer share and marketing margin approaches. The results showed that chili prices experienced significant fluctuations throughout 2025. Cayenne pepper had the highest price volatility, while curly red chili recorded the highest marketing margin during certain periods. In general, the Farmer share values of all chili commodities were above 60%, indicating that the marketing system was relatively efficient. However, in several months, increased marketing margins reduced the proportion of prices received by farmers. Price fluctuations were influenced by seasonal changes, market supply, distribution costs, and the length of the marketing chain. High marketing margins indicate that chili distribution has not been fully efficient. Therefore, strengthening farmer institutions, developing digital marketing systems, and providing real-time price information are necessary to improve Farmer share and the welfare of chili farmers.