p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Polya sebagai Media Pendukung Pembelajaran dalam Meningkatkan Pemahaman Soal Cerita Matematika Siswa Sekolah Dasar Nabila Nur Fauziah; Siti Lienah Silaahul Hasanah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.24811

Abstract

Matematika merupakan ilmu fundamental yang berperan penting dalam mengasha logika siswa di jenjang sekolah dasar. Salah satu materi yang menjadi tolok ukur keberhasilan koggnitif siswa adalah soal cerita, yang dirancang untuk menghubungkan teori sistematis dengan feenomena si dunia nyata serta menumbuhkan keterampilan pemecah masalah. Namun, dalam praktiknya, banyak siswa yang mengalami hambatan dalam menyelesaikan soal jenis ini. Mereka cenderung melakukan kalkulasi secara instan tanpa mendalami konteks dan maksud dari persoalan yang disajikan. Penelitian ini bertujuan untuk meng eksplorasi bagaiman pennerapan model Polya dapat meningkatkan kommpetensi siswa dalam membedah dan menyelesaikan soal cerita mmatematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur (library search) dengan mengumpulkan, mengklasifikasi, dan menganalis berbagai sumber ilmiah bereputasi, termasuk jurnal nasional dan internasional yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi empat tahapan Polya yakni memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan, dan memeriksa kembali, sangat efektif dalam membimbing siswa berpikir lebih sistematis. Penggunaan model ini tidak hanya meniingkatkan akurasi hasil akhit, tetapi juga memperkuat strategi berpikir kritis siswa. Kesimpulannya, model Polya memberikan kontribusi signifikan dalam meninngkatkan kualitas pembelajran matematika dan dapat dijadikan referensi bagi pendidik unntuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami soal cerita di sekolah dasar.
Efektivitas Model Project Based Learning (PjBL) dalam Meningkatkan Minat Belajar IPAS Materi Lingkungan dan Alam pada Siswa Sekolah Dasar: Studi Literatur Siti Lienah Silaahul Hasanah; Nabila Nur Fauziah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.24835

Abstract

Perkembangan pengetahuan ilmiah dalam pendidikan dasar saat ini digabungkan dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menuntut pendekatan yang tidak sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif siswa. Salah satu model yang diyakini dapat menjawab tantangan tersebut adalah Project-Based Learning (PjBL), sebuah pendekatan berbasis proyek yang menempatkan siswa sebagai pelaku utama dalam proses belajar. Artikel ini bertujuan mengkaji secara sistematis efektivitas penerapan model PjBL terhadap minat belajar siswa sekolah dasar, khususnya pada materi lingkungan dan alam dalam mata pelajaran IPAS. Metodologi yang digunakan melibatkan pemeriksaan tinjauan pustaka yang ada melalui analisis kritis dari beragam publikasi ilmiah yang diterbitkan dari 2013 hingga 2025. meliputi artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding seminar, serta laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi PjBL secara konsisten berkorelasi positif dengan peningkatan minat belajar siswa, yang tercermin dari meningkatnya antusiasme, partisipasi aktif, dan kepuasan belajar. Proyek-proyek bertema lingkungan seperti pembuatan kompos, pengamatan ekosistem, dan daur ulang bahan terbukti relevan secara kontekstual dan memotivasi siswa untuk terlibat lebih dalam. Meski demikian, keberhasilan penerapan PjBL tidak terlepas dari sejumlah faktor kritis, antara lain kesiapan dan kreativitas guru, ketersediaan sumber daya, serta kondisi lingkungan sekolah. Artikel ini diharapkan menjadi rujukan bagi pendidik dan pengambil kebijakan dalam merancang pembelajaran IPAS yang bermakna dan berpusat pada siswa.