Sadewa Yulius Csar Yunior
Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Adaptasi Tugas Perkembangan Remaja dalam Bimbingan Konseling Era Digital Perspektif Elizabeth Hurlock Aina Etha Fitri; Najwa Zata Athalia; Rizqi Cahya Diyani; Ahmad Syauqi Rofi; Farrel Indra Pratama; Sadewa Yulius Csar Yunior; Syaiful Rahman; Saoloan Manullang; Issac Briyan Alisyahbana
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3690

Abstract

Perkembangan remaja di era digital menghadirkan tantangan yang memengaruhi kondisi emosional, sosial, dan pembentukan identitas, termasuk tekanan media sosial, komparasi sosial, dan kecemasan akibat intensitas penggunaan teknologi. Kondisi ini menunjukkan urgensi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang responsif terhadap kebutuhan perkembangan remaja. Penelitian ini bertujuan mengkaji relevansi tugas perkembangan remaja menurut Elizabeth B. Hurlock terhadap layanan BK di era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui telaah 19 artikel ilmiah (2015–2026) dari database Google Scholar, SINTA, DOAJ, dan Garuda, dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep tugas perkembangan Hurlock tetap relevan karena remaja masih menghadapi kebutuhan kematangan emosional, penyesuaian sosial, dan pembentukan identitas di tengah lingkungan digital. Layanan BK berbasis perkembangan—mencakup bimbingan individu, kelompok, layanan informasi, dan kolaborasi multipihak—perlu diimplementasikan secara preventif dan adaptif guna membantu remaja menghadapi tantangan digital secara sehat, kritis, dan bertanggung jawab.
Therapeutic Alliance sebagai Determinan Utama Keberhasilan Konseling dengan model tinjauan Studi Literatur terhadap Dimensi dan Dinamikanya Sadewa Yulius Csar Yunior; Airyn Siti Mujiatul Qomaria; Zulfa Nur Khamalizta; Bakhrudin All Habsy; Laura Ramadhani Basuki; Uswatul Hasanah
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3549

Abstract

Keberhasilan konseling tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknik, tetapi sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan terapeutik antara konselor dan konseli. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran therapeutic alliance sebagai determinan utama keberhasilan konseling serta menelaah dimensi dan dinamika yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui analisis tematik terhadap 15–20 artikel ilmiah nasional dan internasional dari Google Scholar, Garuda, DOAJ, SINTA, dan ResearchGate (2015–2026). Hasil kajian menunjukkan bahwa therapeutic alliance yang ditandai empati, kepercayaan, unconditional positive regard, keterbukaan, dan active listening berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan konseling. Dimensi bond, goals, dan tasks merupakan komponen utama dalam membangun hubungan terapeutik efektif. Tanpa therapeutic alliance yang kuat, penerapan teknik konseling berisiko menimbulkan resistensi konseli. Implikasinya, konselor perlu memprioritaskan pembangunan therapeutic alliance sebagai fondasi intervensi, bukan sekadar mengandalkan teknik, guna meningkatkan efektivitas layanan konseling secara menyeluruh.