Perkembangan remaja di era digital menghadirkan tantangan yang memengaruhi kondisi emosional, sosial, dan pembentukan identitas, termasuk tekanan media sosial, komparasi sosial, dan kecemasan akibat intensitas penggunaan teknologi. Kondisi ini menunjukkan urgensi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang responsif terhadap kebutuhan perkembangan remaja. Penelitian ini bertujuan mengkaji relevansi tugas perkembangan remaja menurut Elizabeth B. Hurlock terhadap layanan BK di era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui telaah 19 artikel ilmiah (2015–2026) dari database Google Scholar, SINTA, DOAJ, dan Garuda, dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep tugas perkembangan Hurlock tetap relevan karena remaja masih menghadapi kebutuhan kematangan emosional, penyesuaian sosial, dan pembentukan identitas di tengah lingkungan digital. Layanan BK berbasis perkembangan—mencakup bimbingan individu, kelompok, layanan informasi, dan kolaborasi multipihak—perlu diimplementasikan secara preventif dan adaptif guna membantu remaja menghadapi tantangan digital secara sehat, kritis, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026