Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Relevansi Nilai-nilai Istiqomah terhadap Penguatan Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Islam Nurdin Sahid Wijaksana; Saim Kurniawan; Ali Maulida
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.949

Abstract

Istiqomah merupakan salah satu nilai fundamental dalam akhlak Islam yang menekankan konsistensi dalam keimanan, ibadah, dan perilaku sehari-hari. Istiqomah tidak hanya dimaknai sebagai keteguhan dalam menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala, tetapi juga sebagai kemampuan mempertahankan integritas moral di tengah berbagai tantangan kehidupan. Dalam konteks akhlak Islam, istiqomah mencerminkan keselarasan antara hati, ucapan, dan tindakan yang dilandasi oleh nilai-nilai tauhid, kesabaran, dan keikhlasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai istiqomah dalam perspektif akhlak Islam serta relevansinya terhadap pembinaan kepribadian individu. Istiqomah mengandung makna bahwa kualitas keimanan tidak dinilai dari banyaknya amal saleh yang dilakukan dalam waktu tertentu, tetapi dari kemampuan seseorang untuk mempertahankan dan mengamalkan kebaikan tersebut secara berkelanjutan sepanjang hidupnya. Seorang muslim yang memiliki sikap istiqomah akan tetap teguh berpegang pada ajaran Islam serta senantiasa menjauhi segala larangan Allah Swt, dan tidak mudah goyah meskipun menghadapi cobaan yang berat. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan analisis isi dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap istiqomah dapat memberikan dampak yang baik terhadap pendidikan kepribadian seorang muslim. Istiqomah juga dapat menjadi wasilah seorang hamba mendapatkancinta dari Allah subhanahu wa ta’ala. Pelakunya akan dibalas dengan beragam kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. Penelitian ini menghasilkan sintesis konseptual mengenai model pembinaan kepribadian berbasis nilai istiqomah dalam pendidikan Islam.
Konsep Pembelajaran Berbasis Adab Menurut al-Zarnuji dan Implikasinya bagi Pendidikan Islam Kontemporer Saim Kurniawan; Mulyono Mulyono; Ali Maulida
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.981

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep pembelajaran berbasis adab yang dirumuskan al-Zarnuji dalam Ta'lim al-Muta'allim serta implikasinya bagi pendidikan Islam kontemporer. Melalui studi kepustakaan kualitatif, penelitian ini mensintesiskan literatur ke dalam kerangka terintegrasi yang mencakup tujuan pendidikan, kualifikasi pendidik, etika peserta didik, kurikulum, dan metode pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-Zarnuji menempatkan adab sebagai mahkota ilmu, di mana keikhlasan niat, penghormatan terhadap guru, kesabaran yang disiplin, serta penguasaan bertahap menjadi fondasi pembelajaran yang bermakna. Dalam konteks Society 5.0 dan Industri 4.0, prinsip tersebut menjadi penyeimbang budaya serba instan dan orientasi pragmatis yang mendominasi pendidikan era digital. Penelitian ini berargumen bahwa pemikiran al-Zarnuji menawarkan antidote spiritual bagi merosotnya karakter generasi masa kini, sekaligus menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan otoritas moral keteladanan guru. Penelitian ini menghasilkan sintesis baru yang memposisikan adab sebagai fondasi epistemologis yang relevan bagi pendidikan Islam, pembelajaran berpusat pada peserta didik, dan pemikiran kritis di tengah disrupsi teknologi yang terus berlangsung.
Konsep Taubat, Dzikir, dan Doa Sebagai Manifestasi Akhlak Kepada Allah Saim Kurniawan; Nurdin Sahid Wijaksana; Ali Maulida
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.996

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep taubat, dzikir, dan doa sebagai tiga pilar utama dalam mewujudkan akhlak kepada Allah di tengah kompleksitas kehidupan modern. Derasnya arus modernisasi, sekularisasi, dan materialisme yang melanda masyarakat kontemporer kerap memicu krisis spiritual, meningkatnya prevalensi gangguan kecemasan, serta erosi moral yang sistematis. Melalui pendekatan kajian literatur konseptual (conceptual review) yang diintegrasikan dengan temuan-temuan riset empiris psikologi Islam terkini, tulisan ini membedah definisi, landasan teologis, serta implikasi psikospiritual dari ketiga konsep tersebut secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa taubat berfungsi sebagai instrumen terapi psikologis yang mengkanalisasi rasa bersalah (guilt) menjadi energi transformasi diri; dzikir dan shalat berperan sebagai intervensi psikologis yang secara neurofisiologis mampu mereduksi sekresi hormon stres; serta doa berfungsi sebagai strategi koping berbasis emosi yang membangun resiliensi dan kerangka makna bagi individu yang mengalami penderitaan. Integrasi sistemik dari ketiga pilar tersebut terbukti mampu menghadirkan ketenangan jiwa yang menyeluruh (holistic wellbeing) sekaligus membangun moralitas yang luhur. Kajian ini menegaskan urgensi pengembangan kurikulum psikospiritual berbasis taubat, dzikir, dan doa dalam pendidikan Islam kontemporer sebagai strategi komprehensif pembentukan karakter yang unggul.