Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol 5 No 3 (2026): September

Konsep Taubat, Dzikir, dan Doa Sebagai Manifestasi Akhlak Kepada Allah

Saim Kurniawan (Institut Agama Islam Al-Hidayah, Bogor)
Nurdin Sahid Wijaksana (Institut Agama Islam Al-Hidayah, Bogor)
Ali Maulida (Institut Agama Islam Al-Hidayah, Bogor)



Article Info

Publish Date
16 Jul 2026

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep taubat, dzikir, dan doa sebagai tiga pilar utama dalam mewujudkan akhlak kepada Allah di tengah kompleksitas kehidupan modern. Derasnya arus modernisasi, sekularisasi, dan materialisme yang melanda masyarakat kontemporer kerap memicu krisis spiritual, meningkatnya prevalensi gangguan kecemasan, serta erosi moral yang sistematis. Melalui pendekatan kajian literatur konseptual (conceptual review) yang diintegrasikan dengan temuan-temuan riset empiris psikologi Islam terkini, tulisan ini membedah definisi, landasan teologis, serta implikasi psikospiritual dari ketiga konsep tersebut secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa taubat berfungsi sebagai instrumen terapi psikologis yang mengkanalisasi rasa bersalah (guilt) menjadi energi transformasi diri; dzikir dan shalat berperan sebagai intervensi psikologis yang secara neurofisiologis mampu mereduksi sekresi hormon stres; serta doa berfungsi sebagai strategi koping berbasis emosi yang membangun resiliensi dan kerangka makna bagi individu yang mengalami penderitaan. Integrasi sistemik dari ketiga pilar tersebut terbukti mampu menghadirkan ketenangan jiwa yang menyeluruh (holistic wellbeing) sekaligus membangun moralitas yang luhur. Kajian ini menegaskan urgensi pengembangan kurikulum psikospiritual berbasis taubat, dzikir, dan doa dalam pendidikan Islam kontemporer sebagai strategi komprehensif pembentukan karakter yang unggul.

Copyrights © 2026