Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kompetensi Pedagogik Dosen Mata Kuliah Pengembangan Materi PAI dalam Perumusan RPS Berbasis OBE di UINSU Medan Muhammad Rafi; Siti Halimah; Nur Sa’adah Pulungan; Farhan Abdul Ghani
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik dosen mata kuliah Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam dalam perumusan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas dosen pengampu mata kuliah dan Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen telah memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep dasar OBE yang tercermin pada keterkaitan antara CPL, CPMK, dan Sub-CPMK dalam RPS. Kompetensi pedagogik dosen juga terlihat dari kemampuan merancang tujuan, metode pembelajaran, dan aktivitas belajar yang berorientasi pada student-centered learning. Namun, masih ditemukan beberapa kelemahan dalam perumusan Sub-CPMK, terutama penggunaan kata kerja operasional yang belum sepenuhnya sesuai dengan Taksonomi Bloom Revisi serta belum optimalnya keselarasan antara Sub-CPMK, metode pembelajaran, dan sistem asesmen berdasarkan prinsip constructive alignment. Dosen telah melakukan berbagai upaya peningkatan kompetensi melalui workshop kurikulum, evaluasi RPS, dan pembelajaran mandiri mengenai OBE. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi pedagogik dosen berpengaruh terhadap kualitas penyusunan RPS berbasis OBE sehingga penguatan kompetensi pedagogik secara berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kualitas implementasi pembelajaran berbasis capaian di perguruan tinggi.
Rekonstruksi Konsep Ta’dib di Era Artificial Intelligence: Tantangan dan Peluang Pendidikan Nilai dalam Islam Farhan Abdul Ghani; Nur Sa’adah Pulungan; Azizah Hanum OK
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.976

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah paradigma pendidikan melalui peningkatan akses terhadap informasi, personalisasi pembelajaran, dan efisiensi proses akademik. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai tantangan bagi pendidikan Islam, seperti dominasi informasi atas internalisasi nilai, berkurangnya interaksi edukatif antara guru dan peserta didik, krisis otoritas moral, serta potensi dehumanisasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi konsep ta'dib dalam merespons perkembangan AI serta merumuskan model konseptual Ta’dib digital sebagai kerangka pendidikan Islam pada era kecerdasan buatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai literatur primer dan sekunder yang membahas ta'dib, pendidikan nilai Islam, dan AI dalam pendidikan, kemudian dianalisis menggunakan content analysis melalui proses identifikasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama pendidikan Islam pada era AI bukan terletak pada kemajuan teknologinya, melainkan pada kesenjangan antara perkembangan teknologi dan pembentukan adab. Sebagai kontribusi konseptual, penelitian ini menawarkan model Ta’dib digital, yaitu integrasi antara penguasaan teknologi dan pembentukan adab melalui empat dimensi utama: adab kepada Allah SWT, adab terhadap ilmu, adab terhadap sesama manusia, dan adab terhadap lingkungan digital. Model ini menempatkan AI sebagai instrumen yang mendukung proses pembelajaran, sedangkan ta'dib menjadi landasan etik yang mengarahkan tujuan, batas, dan tanggung jawab penggunaannya. Temuan ini memperkuat relevansi ta'dib sebagai paradigma pendidikan Islam yang adaptif terhadap transformasi digital tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan spiritual.