Muhammad Fathurrahman
Study Program Pharmacy, Universitas Telogorejo Indonesia, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN FORMULASI DAN EDUKASI PEMANFAATAN TEH HERBAL SEBAGAI INTERVENSI DIET ALAMI BAGI PENGINGKATAN KESEHATAN KARYAWAN PT AVIN BOGOR Reski Mulia; Muhammad Fathurrahman; Nazila Nur Hikmah
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v4i1.55

Abstract

Kesehatan karyawan merupakan aset penting bagi perusahaan. PT Avin menghadapi permasalahan meningkatnya prevalensi gangguan metabolik seperti hipertensi, dislipidemia, dan hiperglikemia di kalangan karyawannya. Teh herbal berbasis tanaman lokal seperti kayu manis (Cinnamomum burmannii), jahe (Zingiber officinale), dan daun stevia (Stevia rebaudiana) diketahui memiliki potensi sebagai intervensi diet alami. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi teh herbal yang tepat, aman, dan berterima secara organoleptik, sekaligus memberikan edukasi kepada karyawan PT AVINterkait manfaat dan cara pemanfaatannya. Metode yang digunakan meliputi skrining fitokimia, optimasi formula, uji organoleptik, uji stabilitas, dan program edukasi terstruktur yang melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Farmasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa formula teh herbal campuran kayu manis-jahe-stevia (Formula F3) memberikan skor organoleptik tertinggi dengan nilai kesukaan 4,1/5 serta memenuhi standar keamanan pangan. Program edukasi yang diikuti oleh 10 karyawan menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 72% pasca-intervensi. Kegiatan PKM ini berhasil menghasilkan produk teh herbal siap pakai yang direkomendasikan sebagai intervensi diet alami bagi karyawan PT Avin.
Clinical Performance of Oxgall Pre-enrichment qPCR for Salmonella Detection in Antibiotic-Exposed Patients Suspected of Typhoid Fever Annisa Pratiwi Gunawan; Sartika Rajagukguk; Yusuf Hanafiah; Aurellia Firstania; Muhammad Fathurrahman; Eka Yuni Nur Jannah; Putri Ayu Lestari
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 11 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i11.698

Abstract

Introduction: The reliability of typhoid fever diagnostics in endemic regions is frequently compromised by low circulating bacterial loads and widespread pre-hospital antibiotic use. Objective: This study evaluates the specific factors contributing to false-negative outcomes when using an oxgall-pre-cultured real-time polymerase chain reaction method for Salmonella typhi detection. Method: A cross-sectional evaluative study was conducted using thirty blood samples from Widal-positive patients. Laboratory optimization using spiked samples established a technical limit of detection. Clinical specimens were analyzed using conventional blood culture and real-time polymerase chain reaction targeting the invA gene after a six-hour enrichment in ten percent oxgall medium. Result and Discussion: While laboratory optimization successfully detected spiked matrices, one hundred percent of clinical samples yielded negative results via real-time polymerase chain reaction, and blood culture identified only one positive case. Evaluative analysis revealed that all subjects received antibiotic therapy prior to sampling and most were already in the second week of fever, exceeding eight days. Conclusions: The high rate of false-negative results is primarily due to bacterial loads dropping below the limit of detection because of antibiotic interference and late-stage sampling. Furthermore, ten percent oxgall concentration may inhibit the recovery of antibiotic-stressed bacteria