Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Formulasi Sediaan Gargarisma Kombinasi Katekin Dengan Infusa Daun Sirih ( Piper betle L.) Serta Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Bakteri S.Mutans Reski Mulia; Neike Octary; Muhammad Fathurrahman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53879

Abstract

Katekin merupakan senyawa golongan polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan, antiinflamasi, obat diare, dan obat disentri. Sirih mengandung senyawa tanin dan minyak atsiri seperti hidroksikavikol, kavikol, kalibetol, allypyroketkol, karvakol, eugenol, cyneole, dan cadine, yang berpotensi sebagai antiinflamasi, antikejang, analgetik, anestetik, antidiare, dan antimutagenik. Senyawa ini terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. mutans yang menginisiasi pembentukan plak sehingga dapat menimbulkan karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan gargarisma kombinasi katekin dengan infusa daun sirih dan melihat aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. mutans. Hasil evaluasi sediaan pada suhu ruang (25-30°C) menunjukan bahwa F1, F2, F3, F4 merupakan formula yang stabil dibandingkan dengan formula lain dan gargarisma X. Sediaan gargarisma yang mengandung katekin dan daun sirih memiliki daya hambat terhadap bakteri S. mutans ATCC 25175. Dari Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sediaan F1 merupakan sediaan yang memiliki diameter hambat paling besar dibandingkan sediaan lain dan gargarisma pembanding X
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN HANDBODY LOTION ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea Batatas) Mochamad Fajar Deliaz; Sahara Mulia Lestari Lubis; Reski Mulia
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.596

Abstract

Kerusakan kulit akibat radikal bebas dapat dicegah dengan antioksidan. Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) mengandung senyawa antioksidan yang diformulasikan dalam handbody lotion empat formula yaitu F0 (0%), F1 (3%), F2 (4%), F3 (5%) dan F4 sebagai kontrol positif (Marina UV White E Collagen Asta Body Lotion). Evaluasi menunjukkan semua formula stabil secara organoleptik dan homogen, pH 6,1–7,6, viskositas 11.750–17.000 cPs, daya sebar 5,4–6,63 cm, dan daya lekat 6,77–9,32 detik, tanpa iritasi. Uji hedonik menunjukkan F0 paling disukai, sedangkan aktivitas antioksidan meningkat seiring konsentrasi ekstrak. Aktivitas antioksidan menggunakan metode uji antioksidan (DPPH) menunjukkan bahwa F3 (5%) memiliki IC50 82,02 ppm (kuat). Dengan demikian, F3 merupakan formulasi terbaik dari segi mutu fisik dan aktivitas antioksidan.
PENGEMBANGAN FORMULASI DAN EDUKASI PEMANFAATAN TEH HERBAL SEBAGAI INTERVENSI DIET ALAMI BAGI PENGINGKATAN KESEHATAN KARYAWAN PT AVIN BOGOR Reski Mulia; Muhammad Fathurrahman; Nazila Nur Hikmah
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v4i1.55

Abstract

Kesehatan karyawan merupakan aset penting bagi perusahaan. PT Avin menghadapi permasalahan meningkatnya prevalensi gangguan metabolik seperti hipertensi, dislipidemia, dan hiperglikemia di kalangan karyawannya. Teh herbal berbasis tanaman lokal seperti kayu manis (Cinnamomum burmannii), jahe (Zingiber officinale), dan daun stevia (Stevia rebaudiana) diketahui memiliki potensi sebagai intervensi diet alami. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi teh herbal yang tepat, aman, dan berterima secara organoleptik, sekaligus memberikan edukasi kepada karyawan PT AVINterkait manfaat dan cara pemanfaatannya. Metode yang digunakan meliputi skrining fitokimia, optimasi formula, uji organoleptik, uji stabilitas, dan program edukasi terstruktur yang melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Farmasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa formula teh herbal campuran kayu manis-jahe-stevia (Formula F3) memberikan skor organoleptik tertinggi dengan nilai kesukaan 4,1/5 serta memenuhi standar keamanan pangan. Program edukasi yang diikuti oleh 10 karyawan menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 72% pasca-intervensi. Kegiatan PKM ini berhasil menghasilkan produk teh herbal siap pakai yang direkomendasikan sebagai intervensi diet alami bagi karyawan PT Avin.
Tinjauan Pustaka: Inovasi Formulasi Tablet Lepas Lambat Untuk Meningkatkan Kepatuhan Pasien Reski Mulia; Muhammad Fathurrahman
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5147

Abstract

Patient adherence to medication regimens is a crucial determinant of therapeutic success. Poor adherence remains one of the major causes of treatment failure, particularly in long-term therapies that require consistent and repeated drug administration. One effective pharmaceutical strategy to enhance patient compliance is the development of sustained-release drug delivery systems. These systems are designed to release active pharmaceutical ingredients gradually over an extended period, thereby maintaining therapeutic drug concentrations in the bloodstream while reducing dosing frequency. This systematic review aims to analyze recent innovations in sustained-release tablet formulations developed over the past decade and to evaluate their contribution to improving patient adherence. Literature searches were conducted across major scientific databases, including PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, covering publications from 2015 to 2025. The search employed the following keywords: “sustained release tablet,” “controlled release formulation,” “patient compliance,” and “pharmaceutical innovation.” A total of 32 articles met the inclusion criteria after rigorous screening and evaluation. The analysis revealed substantial advancements in formulation technology, particularly through the application of both natural and synthetic polymers such as hydroxypropyl methylcellulose (HPMC), carbopol, and chitosan. Furthermore, the integration of modern technologies—including 3D printing, matrix systems, and osmotic pump mechanisms—has significantly enhanced drug release efficiency, prolonged therapeutic duration, and minimized dosing frequency. Overall, sustained-release tablet formulations play a pivotal role in improving patient adherence, especially in chronic treatments, and continue to evolve alongside modern pharmaceutical innovations.
Sistematik Review: Jenis-jenis Gen yang Berpengaruh terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Muhammad Fathurrahman; Reski Mulia
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5148

Abstract

Blood glucose reduction in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM) varies considerably among individuals, largely due to genetic factors that influence responses to antidiabetic drug therapy. This interindividual variability affects both the effectiveness and safety of commonly prescribed oral antidiabetic agents. Therefore, understanding the genetic determinants of treatment response is essential for optimizing glycemic control in patients with T2DM. This systematic review aims to identify genetic polymorphisms associated with variations in blood glucose reduction, particularly in patients receiving metformin, sulfonylureas, and other oral antidiabetic drugs. A comprehensive literature search was conducted using the PubMed, Scopus, and Google Scholar databases. A total of 880 articles were initially identified, of which 760 articles passed the preliminary screening based on title and abstract relevance. Following full-text screening using predefined inclusion and exclusion criteria, five studies were deemed eligible and included in the final analysis. The findings indicate that several genes play a major role in determining glycemic response to oral antidiabetic therapy, including SLC22A1 (OCT1), SLC22A2 (OCT2), SLC47A1 (MATE1), CYP2C9, KCNJ11, ABCC8, and TCF7L2. Genetic variations in these genes influence drug pharmacokinetics and pharmacodynamics, thereby contributing to differences in therapeutic effectiveness and glycemic outcomes among patients.