p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komprehenshif
Dzaki Tri Akmal
Universitas Labuhanbatu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Penyedia Jasa (ISP) Wifi Rumah Menggunakan Metode (SAW) Raditya Arviandi Rahmadan; Dzaki Tri Akmal; Baim Wong Hasibuan; Kurnia Ari Saputra Siregar
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet rumah yang cepat, stabil, dan terjangkau. Beragam penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP) menawarkan paket layanan dengan karakteristik yang berbeda sehingga seringkali menyulitkan calon pelanggan dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan. Pemilihan ISP yang kurang tepat dapat menyebabkan biaya yang tidak efisien dan kualitas layanan yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk membantu masyarakat dalam memilih penyedia layanan internet Wi-Fi rumah menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW dipilih karena mampu melakukan penilaian terhadap beberapa alternatif berdasarkan sejumlah kriteria yang memiliki bobot berbeda. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi harga paket, kecepatan internet, stabilitas jaringan, layanan pelanggan, dan cakupan area. Alternatif yang dievaluasi terdiri dari IndiHome, Biznet Home, MyRepublic, ICONNET, dan XL SATU Fiber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SAW dapat menghasilkan peringkat alternatif secara objektif berdasarkan nilai preferensi masing-masing ISP. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh Biznet Home sebagai alternatif terbaik dengan nilai preferensi sebesar 0,92, diikuti MyRepublic sebesar 0,88, XL SATU Fiber sebesar 0,85, ICONNET sebesar 0,81, dan IndiHome sebesar 0,79. Sistem yang dikembangkan mampu memberikan rekomendasi yang efektif dalam mendukung proses pengambilan keputusan pemilihan ISP untuk kebutuhan rumah tangga.
Tinjauan Literatur Keamanan Siber pada Infrastruktur Kritis di Indonesia Deo Achmad Setiawan; Raditya Arviandi Rahmadan; Kurnia Ari Saputra Siregar; Baim Wong Hasibuan; Dzaki Tri Akmal; Sahat Parulian Sitorus
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur kritis nasional, seperti sektor energi, telekomunikasi, transportasi, perbankan, kesehatan, dan layanan pemerintahan, semakin bergantung pada sistem siber-fisik yang saling terhubung melalui jaringan digital. Ketergantungan tersebut memberikan manfaat berupa peningkatan efisiensi operasional, namun di sisi lain memperluas attack surface sehingga meningkatkan risiko terhadap berbagai ancaman siber, seperti ransomware, serangan distributed denial-of-service (DDoS), pencurian data, hingga sabotase terhadap layanan publik. Oleh karena itu, keamanan siber menjadi isu strategis yang berperan penting dalam menjaga keberlangsungan operasional infrastruktur kritis dan stabilitas nasional. Artikel ini bertujuan menyajikan tinjauan literatur sistematis mengenai kondisi terkini, tantangan, kebijakan, serta strategi penguatan keamanan siber pada infrastruktur kritis di Indonesia tanpa melibatkan pengumpulan data primer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka terhadap publikasi ilmiah nasional dan internasional, laporan resmi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Digital, serta berbagai standar internasional, seperti NIST Cybersecurity Framework, ISO/IEC 27001, dan ENISA, yang diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki landasan regulasi, termasuk Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2022 tentang Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain tata kelola lintas sektor yang belum terintegrasi secara optimal, keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan sertifikasi keamanan siber, rendahnya tingkat kematangan manajemen risiko siber pada sebagian operator infrastruktur kritis, serta belum optimalnya mekanisme pertukaran informasi ancaman secara real-time. Perbandingan dengan praktik terbaik di Jepang menunjukkan bahwa keberadaan lembaga koordinasi nasional yang kuat, kewajiban pelaporan insiden, pelaksanaan simulasi keamanan secara berkala, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah dan sektor swasta mampu meningkatkan efektivitas respons terhadap insiden siber. Berdasarkan hasil tinjauan tersebut, artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola keamanan siber nasional, harmonisasi regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan mekanisme berbagi informasi ancaman, serta penerapan kerangka manajemen risiko berbasis standar internasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan resiliensi infrastruktur kritis Indonesia dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks di masa depan.