Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

IMPLEMENTASI MULTIKULTURALISME DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI ISLAM (Studi komparatif Indonesia, Malaysia, Singapura) Mara Husin Lubis; Akmal Chairun Anwar Hasugian; Rosnani Siregar
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11469

Abstract

Multikulturalisme merupakan realitas sosial yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan ekonomi modern, khususnya pada negara-negara dengan tingkat keberagaman etnis, agama, dan budaya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai multikulturalisme dalam pembangunan ekonomi Islam melalui studi komparatif di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis komparatif. Data diperoleh dari literatur akademik, laporan pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan dokumen kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti keadilan ('adl), keseimbangan (tawazun), persaudaraan (ukhuwah), dan kemaslahatan (maslahah) memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai multikulturalisme. Implementasi multikulturalisme dalam pembangunan ekonomi Islam diwujudkan melalui pengelolaan ZISWAF yang inklusif, pengembangan lembaga keuangan syariah yang melayani masyarakat lintas agama, serta pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas multikultural. Indonesia menonjol dalam pengelolaan zakat produktif, Malaysia berhasil mengembangkan sistem keuangan ganda (dual financial system), sedangkan Singapura unggul dalam inovasi pengelolaan wakaf. Meskipun demikian, berbagai hambatan seperti rendahnya literasi ekonomi syariah, kesenjangan regulasi, dan resistensi sosial masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan inklusif, peningkatan literasi ekonomi syariah, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi Islam yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Prinsip Keadilan dan Kejujuran dalam Etika Bisnis Islam: Relevansinya bagi Masyarakat Multikultural Indonesia Juli Anda Mora Rangkuti; Muhammad Idris Rangkuti; Rosnani Siregar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40652

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi prinsip keadilan dan kejujuran dalam etika bisnis Islam bagi masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Sumber data primer berasal dari Al-Qur'an, didukung oleh rujukan hadis sebagai penguat argumentasi, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari artikel jurnal ilmiah dan skripsi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan dan kejujuran merupakan nilai fundamental yang berperan menciptakan hubungan bisnis yang sehat, transparan, dan bebas diskriminasi. Dalam masyarakat Indonesia yang beragam, kedua prinsip tersebut menjadi landasan bersama untuk membangun kepercayaan, mengurangi konflik sosial, serta mendorong kesempatan ekonomi yang setara. Meskipun terdapat tantangan internal dan eksternal dalam penerapannya, integrasi nilai keadilan dan kejujuran terbukti relevan dalam mendukung keberlanjutan bisnis serta memperkuat harmonisasi sosial di tengah keberagaman budaya, agama, dan etnis.
Pengaruh Multikulturalisme terhadap Pembangunan Ekonomi Nur Amanah Bunda; Dina Chairunnisa; Rosnani Siregar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40761

Abstract

Perbedaan latar belakang budaya dapat menghasilkan berbagai ide dan perspektif yang mendukung perkembangan sektor ekonomi dan peningkatan daya saing suatu daerah maupun negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keberagaman dapat menjadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi serta strategi yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif yang mungkin muncul. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multikulturalisme berperan penting dalam pembangunan ekonomi karena menciptakan lingkungan yang menghargai keberagaman budaya, agama, dan etnis sehingga mendorong aktivitas ekonomi yang lebih inklusif. Dalam perspektif Islam, multikulturalisme sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis yang menekankan toleransi, keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Selain itu, berdasarkan telaah beberapa temuan terdahulu menunjukkan bahwa penguatan ekonomi dalam masyarakat multikultural memerlukan pendekatan yang menekankan keadilan, inklusivitas, partisipasi masyarakat, serta penghargaan terhadap keragaman budaya agar tercipta pembangunan ekonomi yang merata, harmonis, dan berkelanjutan.
KONSEP MODERASI DALAM ISLAM Taufik kurahman; Sa’adilah Mursyid S. Saragih; Mhd. Khalis Pasaribu; Rosnani Siregar
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11353

Abstract

Moderasi dalam Islam (wasathiyah) merupakan konsep fundamental yang menempatkan umat Islam pada posisi tengah, adil, seimbang, dan proporsional dalam menjalankan seluruh aspek kehidupan. Konsep ini tidak hanya berkaitan dengan praktik keberagamaan, tetapi juga menjadi paradigma dalam membangun sistem sosial dan ekonomi yang berkeadilan. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep moderasi dalam Islam serta relevansinya sebagai landasan etika dan moral dalam ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui pengkajian berbagai literatur yang berkaitan dengan moderasi Islam dan ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi dalam Islam memiliki tiga prinsip utama, yaitu keadilan ('adl), keseimbangan (tawazun), dan toleransi (tasamuh). Ketiga prinsip tersebut menjadi fondasi bagi aktivitas ekonomi Islam dalam bidang produksi, konsumsi, distribusi, dan investasi. Moderasi mendorong terciptanya sistem ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan material, tetapi juga memperhatikan nilai kemaslahatan, pemerataan kesejahteraan, dan keberlanjutan sosial. Selain itu, moderasi melahirkan nilai-nilai moral ekonomi seperti kejujuran, amanah, keadilan, transparansi, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap kemaslahatan umat. Dengan demikian, moderasi dalam Islam merupakan instrumen penting dalam mewujudkan sistem ekonomi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan dunia serta akhirat.
Analysis of Public Awareness and the Principles of Good Corporate Governance on Customer Trust in Bank Syariah Indonesia Padangsidimpuan Branch Nur Cahaya Siregar; Rosnani Siregar; Purnama Hidayah Harahap
Journal of Management, Entrepreneurship, and Tourism Vol. 1 No. 3 (2026): : August: Mercatura Lumina: Journal of Management, Entrepreneurship, and Touris
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/jc8hhk53

Abstract

Based on data from the Financial Services Authority (OJK), Islamic banking has continued to expand and become an integral component of Indonesia's financial system, although the level of Islamic financial literacy remains lower than that of conventional finance. This study aims to examine the effects of public awareness and Good Corporate Governance on customer trust at Bank Syariah Indonesia Padangsidimpuan Branch. A quantitative approach with a causal associative research design was employed. The study involved 100 customers selected through purposive sampling, and data were collected using a structured questionnaire with a five-point Likert scale. Data were analyzed using validity, reliability, and normality tests, followed by multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination (R²). The findings indicate that public awareness has a positive and significant effect on customer trust. In contrast, Good Corporate Governance does not have a significant partial effect on customer trust. However, public awareness and Good Corporate Governance jointly exert a significant influence on customer trust. The coefficient of determination shows that both independent variables explain 78.4% of the variance in customer trust, while the remaining 21.6% is attributable to factors beyond the scope of this study. These findings highlight the importance of strengthening Islamic financial literacy alongside governance practices to foster sustainable customer trust in Islamic banking.
Telaah Literatur Akad Salam pada Sistem Pemesanan Barang di Shopee Indah Aminah Putri; Lilia Afriani; Taufik Kurahman; Rosnani Siregar
Multiverse: Open Multidisciplinary Journal Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/multiverse.v4i3.1947

Abstract

Prior to the emergence of digital technology and online marketplaces, commercial transactions had already existed, albeit through different mechanisms and modes of exchange. In the contemporary digital economy, electronic commerce platforms have transformed traditional trading practices, raising questions regarding their compatibility with Islamic commercial contracts. This study aims to examine the implementation of the Salam contract in the goods ordering system on Shopee. Employing a qualitative research design based on a systematic literature review, data were collected from relevant academic journals, books, and scholarly sources discussing Salam contracts and e-commerce transactions. The findings indicate that Shopee’s transaction mechanism reflects the essential characteristics of a Salam contract, particularly the requirement of full advance payment prior to the delivery of goods at a mutually agreed time. Buyers complete the payment in advance through various payment channels, after which the goods are delivered to the buyer, and funds are released to the seller upon confirmation of product conformity. The study argues that Shopee’s transaction system demonstrates functional alignment with the principles of the Salam contract, although continuous evaluation is necessary to ensure full compliance with Islamic commercial jurisprudence in digital marketplaces.
Apakah Digital Payment Membuat Mahasiswa Lebih Konsumtif? Peran Literasi Keuangan dalam Mengendalikan Perilaku Konsumsi Rahmat Ari Nauli; Rosnani Siregar; Rizal Ma'ruf Amidy Siregar
PROFJES: Profetik Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/profjes.v4i2.13821

Abstract

Perilaku konsumtif merupakan kecenderungan individu dalam melakukan konsumsi secara berlebihan yang lebih didorong oleh keinginan dibandingkan kebutuhan. Perkembangan teknologi keuangan, khususnya penggunaan digital payment, serta rendahnya literasi keuangan diduga memengaruhi perubahan pola konsumsi mahasiswa. Dalam perspektif ekonomi Islam, perilaku konsumtif bertentangan dengan prinsip konsumsi Islam karena termasuk dalam kategori israf (berlebih-lebihan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital payment dan literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa dengan prinsip konsumsi Islam sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital payment berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, sementara literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan. Prinsip konsumsi Islam tidak berpengaruh langsung terhadap perilaku konsumtif, namun mampu memoderasi pengaruh digital payment terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Sebaliknya, prinsip konsumsi Islam tidak memoderasi pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Kata kunci: Digital Payment; Literasi Keuangan; Prinsip Konsumsi Islam; Perilaku Konsumtif; Mahasiswa.
PENGARUH HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI TARKOPI CAFE PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL Indah Aminah Putri; Lilia Afriani; Rosnani Siregar
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 6 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i6.11345

Abstract

The market is an activity that forms the price of an item that occurs through a certain mechanism. The market plays an important role in improving the economy of a country. Price greatly influences profit or profit in a business. The higher the price, the lower the purchasing decision and the lower the profit, conversely, if the price is low the purchasing decision becomes higher and the more profit you get at Tarkopi Cafe Panyabungan II, Mandailing Natal Regency. After conducting research on prices and profits at Tarkopi Cafe Panyabungan II, Mandailing Natal Regency, the partial test (t) was obtained at 26.789 and the ttable value was 1.661. So the tcount value is greater than ttable, namely 26.789, greater than 1.661 (26.789 > 1.661) which shows that the price variable (X) has a positive and significant impact on profit (Y) with an R Square value of 0.884 times 100% = 88.4% and the remaining 11.6% is influenced by other variables.