Juri Juri
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Karakter dan Nilai dalam Tradisi “Matah Bunga” pada Sub suku Dayak Iban Sebaruk Juri Juri; Dadang Sundawa; Kokom Komalasari
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11458

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan karakter, nilai dan budaya lokal yang ada di Indonesia. Dimana pendidikan karakter, nilai dan budaya dewasa ini menjadi isu sentral yang menarik untuk dikaji dari berbagai disimplin ilmu. Hal ini dikarenakan pendidikan karakter dan nilai yang dikemas dalam budaya dinilai mampu menjadikan generasi mendatang mencintai budaya mereka (budaya lokal) dan nusantara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pendidikan karakter dan nilai dalam budaya lokal, khususnya bagi kalangan Dayak Iban Sebaruk yang dikemas dalam tradisi ‘Matah Bunga’. Tradisi ini tidak hanya sebagai ritual adat, tetapi juga sarana pendidikan informal yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, penghormatan terhadap alam, roh leluhur, Petara (Tuhan) dan kebersamaan (equality). Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengungkap bagaimana tradisi tersebut dijalankan dan diinternalisasi oleh masyarakat, serta implikasinya terhadap pengembangan karakter, nilai dan budaya lokal yang perlu terus dilestarikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran tradisi seperti Gawai Adat Matah Bunga ini dapat menjadi salah satu sarana bagi warga dalam bersilaturahmi, menjalin kebersamaan dan memupuk persaudaraan dalam menjaga budaya lokal.
Economic behaviour as a form of citizenship: Evidence from the Dayak, Malay, and Chinese communities in Sekadau District Juri Juri; Kokom Komalasari; Endang Danial; Asep Mahpudz
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 23 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v23i2.95054

Abstract

This study examines how cultural values shape economic behaviour as a practice of citizenship among the Dayak, Malay and Chinese communities of Sekadau Regency, West Kalimantan, Indonesia. Moving beyond reductionist and market-centred approaches, it treats economic activity not merely as rational financial action but as an expression of values, social responsibilities and civic commitments. Using a qualitative ethnographic-phenomenological design, data were gathered through in-depth interviews with 42 informants, ten months of field observation and document analysis. The findings show that local values, customary norms and social ethics guide economic behaviour in all three communities, producing a typology of cultural citizenship. The Dayak community practises communal citizenship grounded in customary solidarity and harmony with nature. The Malay community enacts ethical citizenship, integrating Islamic values, honesty and contentment into market conduct. The Chinese community demonstrates productive citizenship through disciplined family enterprise, trust-based networks and mutual assistance. Despite these differences, all three patterns foster civic consciousness, social participation and local economic stability. The study contributes to theories of economic citizenship by showing that citizenship is culturally embedded in everyday economic life and that diverse collective value systems can reinforce, rather than fragment, the national economic framework in multiethnic societies