Penggunaan media pembelajaran merupakan faktor penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik, interaktif, dan bermakna, terutama di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media pembelajaran berbasis digital (video animasi percakapan dan komik digital) serta media konvensional (pop-up book) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SDN 3 Kereng Bangkirai, Kalimantan Tengah. Kegiatan praktik mengajar ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, masing-masing selama 2 × 40 menit, dengan melibatkan 8 orang siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi dan angket motivasi yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata motivasi belajar siswa dari 37,87 pada pre-test menjadi 38,50 pada post-test, dengan kenaikan sebesar 0,63 poin. Data observasi juga mengungkapkan perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, antara lain peningkatan fokus perhatian, keaktifan dalam tanya jawab, keberanian dalam mengemukakan pendapat, serta peningkatan kemampuan kerja sama. Kombinasi media digital dan konvensional terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Integrasi kedua jenis media ini mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa—visual, auditori, dan kinestetik—serta berhasil menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menghargai keberagaman dalam masyarakat Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang bervariasi dan inovatif berkontribusi positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa sekolah dasar.