Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Minat Belajar Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Kelas VII SMP Negeri 3 Palangka Raya Nadia Antika Sari; Matius Timan Herdi Ginting
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 2 (2023): HaratiJPK: Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v3i2.226

Abstract

Interest in learning plays an important role in the student learning process. Students who have a low interest in learning, the quality of learning will decrease and will affect student learning outcomes. The purpose of this research was conducted to describe students' interest in learning Christian education in class VII SMP Negeri 3 Palangka Raya and find out the factors that cause a lack of interest student learning in participating in Christian Religion education lessons in class VII SMP Negeri 3 Palangka Raya. Qualitative research approach with descriptive research. Data collection techniques through observation, questionnaires and documentation. The results showed 1) 5 (39%) students with low learning interest, 5 (38%) students with moderate learning interest and 3 (23%) students with high learning interest. 2) Factors causing the lack of interest in student learning, from internal factors, health, disabilities and internal motivation. External factors include teaching tools and teaching methods.
Teaching Style of Christian Religious Educators at SMA Negeri Palangka Raya Robi Saputra; Matius Timan Herdi Ginting; Fernando Dorothius Pongoh
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i4.3178

Abstract

This research focuses on analyzing the teaching style of Christian Religious Education (PAK) teachers at SMA Negeri Palangka Raya to understand its influence on students' interest and motivation to learn. Using a qualitative approach, data were collected through interviews with one PAK teacher and twenty Grade XI students from May to September 2024. The results showed that PAK teachers have implemented technological, personalized, and interactional teaching styles with indicators in the form of learning materials, material delivery processes, and student and teacher roles. However, the classical teaching style was not fully implemented because it is not based on students' interests. In addition, it was found that variations in teaching aspects such as variations in voice, contact, movement, and interaction can increase students' motivation to learn. This study recommends that schools and teachers continue to improve the effectiveness of teaching styles by considering students' needs and characters.
Media Konvensional dan Media Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SDS 2 Kristen Palangka Raya Chelsi Mellyanti; Hanti Hanti; Theresia Anjelie; Matius Timan Herdi Ginting
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/p3ebsf03

Abstract

Penggunaan media pembelajaran merupakan komponen penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik, interaktif, dan bermakna, terutama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media konvensional (media bahtera Nuh, gambar hewan untuk diwarnai, dan pensil warna) serta media digital (video pembelajaran dan komik edukatif) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SDS 2 Kristen Palangka Raya. Kegiatan praktik mengajar ini dilaksanakan dalam satu pertemuan yang dibagi menjadi dua sesi, melibatkan 19 siswa dari kelas I sampai V. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi dan angket motivasi yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media konvensional membantu siswa memahami kisah Nabi Nuh secara lebih konkret dan menyenangkan, sementara media digital membantu siswa memahami materi tentang kasih berdasarkan 1 Korintus 13:4 melalui tampilan visual dan cerita yang dekat dengan kehidupan mereka. Data observasi mengungkapkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, partisipasi aktif, fokus perhatian, serta keberanian dalam menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat. Kombinasi media konvensional dan digital terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang hidup, interaktif, dan bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang bervariasi berkontribusi positif terhadap peningkatan motivasi belajar dan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Kristen.
Implementasi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di SDN 3 Kereng Bangkirai Amanda Gresella Putri; Lira Oktorailova; Artha Yualin; Matius Timan Herdi Ginting
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/e7f4nv61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media digital (video animasi dan komik edukatif) dan media konvensional (roda putar 12 murid Yesus) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di SDN 3 Kereng Bangkirai serta menganalisis pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, angket motivasi (pre-test dan post-test), dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah 16 siswa kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital sangat efektif dalam meningkatkan motivasi siswa, dengan hasil angket yang didominasi oleh jawaban sangat setuju dan setuju (SS=95, S=75, TS=10). Siswa terlihat lebih antusias, aktif, dan mampu memahami materi dengan mudah. Sementara itu, media konvensional juga memberikan kontribusi positif namun dengan tingkat motivasi yang lebih rendah (SS=75, S=75, TS=10). Meskipun media konvensional melibatkan siswa secara langsung, motivasi yang dihasilkan tidak seoptimal media digital. Kesimpulan penelitian ini adalah media digital lebih efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, namun media konvensional tetap dapat digunakan sebagai variasi pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media pembelajaran yang variatif dan inovatif untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan interaktif. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan media pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di sekolah dasar.
Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Digital dan Konvensional di SDN 3 Kereng Bangkirai Difa Septiana; Eny Emelia Hewuni; Rafiela Loli; Matius Timan Herdi Ginting
Kayee: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : CV. Rumoh Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/het47m69

Abstract

Penggunaan media pembelajaran merupakan faktor penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik, interaktif, dan bermakna, terutama di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media pembelajaran berbasis digital (video animasi percakapan dan komik digital) serta media konvensional (pop-up book) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SDN 3 Kereng Bangkirai, Kalimantan Tengah. Kegiatan praktik mengajar ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, masing-masing selama 2 × 40 menit, dengan melibatkan 8 orang siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi dan angket motivasi yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata motivasi belajar siswa dari 37,87 pada pre-test menjadi 38,50 pada post-test, dengan kenaikan sebesar 0,63 poin. Data observasi juga mengungkapkan perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, antara lain peningkatan fokus perhatian, keaktifan dalam tanya jawab, keberanian dalam mengemukakan pendapat, serta peningkatan kemampuan kerja sama. Kombinasi media digital dan konvensional terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Integrasi kedua jenis media ini mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa—visual, auditori, dan kinestetik—serta berhasil menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menghargai keberagaman dalam masyarakat Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang bervariasi dan inovatif berkontribusi positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa sekolah dasar.
EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN DARING PADA MATA PELAJARAN AGAMA KRISTEN SMA DI KOTA PALANGKA RAYA Matius Timan Herdi Ginting
Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tantangan Pembelajaran daring dialami oleh semua bidang pelajaran, terutama Bidang Pendidikan agama Kristen, terlebih karena banyaknya topik pembelajaran yang bersifat abstrak. Tidak jarang pembelajaran menjadi tidak efektif maupun efisien karena interaksi Guru-Siswa yang terbatas maupun kesulitan guru dalam pengelolaan pembelajaran daring. Program Pembelajaran daring telah terlaksana lebih dari satu tahun sudah layak dievaluasi untuk melihat efektifitas dari ketercapaian pembelajaran. Model evaluasi yang digunakan untuk melakukan penilaian proses pembelajaran dalam penelitan ini ialah model evaluasi CIPP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas program/proses pembelajaran daring dan mengetahui perbedaan efektifitas pembelajaran yang dilakukan oleh masing-masing guru pengampu mata pelajaran Agama Kristen. Dari Analisa kuadran didapati bahwa Guru A masuk dalam kuadran Kurang efektif dan Guru B, C dan D masuk dalam kuadran tidak efektif. Dan dari hasil uji Kruskall Wallis menunjukkan bahwa tidak ada Perbedaan efektifitas yang signifikan antara guru-guru pengampu (bidang pendidikan Agama Kristen di SMA Negeri 1 Palangka Raya) Kata Kunci: Evaluasi Pembelajaran; CIPP (Konteks, Input, Proses, Produk)